Berita

Diplomat Jepang, Yoshioka Yuzo dan pelaku penyerangan Arissa Robinson/Net

Global

Diplomat Jepang Diserang Wanita Tunawisma Rasis di AS

MINGGU, 23 JULI 2023 | 20:08 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah catatan yang dikeluarkan Pengadilan Amerika Serikat menyebut bahwa seorang diplomat Jepang telah menjadi korban penyerangan berlatar belakang rasial oleh serang wanita tunawisma di Portland.

Mengutip India Today pada Minggu (23/7), diplomat tersebut bernama Yoshioka Yuzo, berusia 62 tahun. Dia menjabat sebagai Konsulat Jenderal untuk Kantor Konsuler Jepang di Portland.

Kejadian itu ternyata telah terjadi 17 Juni lalu, ketika Yuzo tengah berjalan-jalan di dekat Southwest Park Avenue dan Oak Street.


Dia tiba-tiba didorong ke tanah dan dilompati tanpa alasan oleh seorang wanita berusia 23 tahun bernama Arissa Robinson.

Karena serangan tersebut, Yuzo sampai harus dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan.

Dikatakan bahwa Yuzo mengalami pendarahan hebat dengan luka di bagian belakang kepalanya saat pihak berwajib datang.

Tak lama setelah penyerangan terhadap Yuzo, tersangka dilaporkan berlindung di dalam Menara Bancorp AS dan akhirnya ditangkap di sana.

Catatan pengadilan menyatakan, penyerangan Arissa terhadap Yuzo adalah bagian dari kejahatan rasial yang dilakukan terhadap orang-orang keturunan Asia.

Tahun lalu, Arissa ditangkap karena diduga memukul kepala pria tua Asia lainnya dan bahkan mencekiknya.

Arissa pernah dituduh berkelahi dan membanting seseorang  di China Town Portland. Dia juga disebut telah menyerang seorang ibu dan anak dan bahkan menendang kereta dorong bayi dengan bayi di dalamnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya