Berita

Duta Besar India untuk PBB, Ruchira Kamboj/Net

Dunia

India Desak PBB Kembali Tempuh Jalur Dialog untuk Konflik Ukraina

JUMAT, 21 JULI 2023 | 10:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Keprihatinan mendalam terkait perang Ukraina, ditunjukkan oleh Duta Besar India untuk PBB, Ruchira Kamboj selama debat tahunan Majelis Umum awal pekan ini.

Kamboj mengatakan bahwa perang yang berlangsung selama 17 bulan terakhir telah membawa banyak kesengsaraan bagi penduduk Ukraina, termasuk perempuan, anak-anak dan orang tua.

"India terus mengkhawatirkan situasi di Ukraina. Kami prihatin dengan perkembangan terakhir di mana perdamaian dan stabilitas menjadi semakin sulit tercapai," kata Kamboj, seperti dikutip ANI News pada Jumat (21/7).


Kamboj mengutip ucapan Perdana Menteri Narendra Modi yang menyebut bahwa saat ini bukanlah era perang. Oleh sebab itu, dia mendesak agar PBB kembali berfokus pada upayanya mengakhiri perang melalui jalur negosiasi damai.

"Kami mendesak agar PBB segera melakukan berbagai hal untuk menghentikan konflik militer dan kembali ke jalur dialog dan diplomasi," tegasnya.   

Berbicara tentang peran India dalam mendorong perdamaian di Ukraina, Kamboj mengatakan pendekatan negaranya akan terus berpusat pada rakyat.

"Kami memberikan bantuan kemanusiaan ke Ukraina dan dukungan ekonomi kepada beberapa tetangga kami di belahan bumi selatan yang berada di bawah tekanan ekonomi," jelasnya.

Kamboj menambahkan, India telah mendukung upaya Sekretaris Jenderal PBB dalam melanjutkan Inisiatif Butir Laut Hitam dan mengharapkan resolusi awal untuk kebuntuan saat ini.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya