Berita

Rombongan elite Partai Gerindra dipimpin Sekjen Ahmad Muzani disambut hangat Sekjen Demokrat, Teuku Riefky Harsya dan Ketua Dewan Kehormatan Hinca Pandjaitan/RMOL

Politik

Pertemuan Demokrat-Gerindra Bisa Untungkan AHY, Bila Prabowo Jadi Presiden

KAMIS, 20 JULI 2023 | 15:16 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kunjungan sejumlah pengurus DPP Partai Gerindra ke Kantor DPP Partai Demokrat, di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/7) bisa memberi dampak positif bagi kedua partai.

Dalam pandangan analis politik, Arifki Chaniago, secara khusus kunjungan elite Gerindra ini bisa menguntungkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Terutama bila Prabowo akhirnya memenangi kontestasi Pilpres 2024.


"Saya membaca bahwa pertemuan antara Gerindra dan Demokrat menunjukkan ada deal-deal, apakah nanti akan bergabung dengan Gerindra atau tawaran lain kalau kursi cawapres, mungkin rumit bagi AHY. Tapi dengan berada di kubu (yang sama) misalnya ada peluang Prabowo menang, seenggaknya AHY punya peluang menteri," tutur Arifki kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (20/7).

Namun, semua itu belum tentu terjadi bila tidak ada deal politik hitam di atas putih.

"Makanya deal-deal politik yang akan dicari adalah bagaimana AHY melihat peluang berkoalisi dengan Gerindra," kata Arifki.

Dipimpin Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani, kedatangan rombongan pejabat teras Gerindra disambut hangat oleh Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, beserta pejabat teras Demokrat lainnya.

Setelah saling bertegur sapa, Muzani, Teuku Riefky, Hinca, serta jajaran elite kedua parpol memasuki aula Kantor DPP Partai Demokrat untuk melangsungkan pertemuan secara tertutup.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Polri Didorong Selidiki PKS yang Membeli TBS di Bawah Harga Resmi

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:23

Kapolri Ngaku Belum Baca Rinci UU Polri yang Baru Disahkan

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:17

Pemerintah Ungkap Alasan Kenaikan Batas Usia Pensiun Anggota Polri

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:14

Rel Pertama, Palang Terakhir

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:09

KPK Temukan Indikasi TPPU dalam Kasus Silmy Karim

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:02

Paripurna DPR Sahkan RUU Polri jadi UU

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41

Dewan Kesejahteraan Buruh Batal Dibentuk, Ini Penjelasan Mensesneg

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:37

Ada Tiga Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24

Pertanyakan Laporan Keuangan Danantara, FPHI Bersurat ke Presiden Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:17

Emas Antam Merosot Rp10.000, Turun ke Level Rp2,73 Juta per Gram

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:58

Selengkapnya