Berita

Dahlan Iskan berbincang dengan Wildan (kaus merah) dan timnya di workshop Vixmo di Wiyung, Surabaya/Ist

Dahlan Iskan

Wildan Vixmo

SABTU, 15 JULI 2023 | 05:24 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SEBUAH mobil muter-muter di luar stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Di atas mobil itu terlihat peralatan tidak lazim. Sekilas seperti mobil untuk riset cuaca.

Sejumlah Bonek duduk mengitari komputer. Mereka adalah Bonek istimewa: perancang mobil listrik tanpa kemudi.

Peralatan yang di atas mobil tersebut adalah kamera. Jumlahnya delapan. Arahnya ke delapan penjuru angin.


Hari itu adalah kali ketujuh mereka melakukan uji coba: mengelilingi jalan di luar stadion tanpa pengemudi di dalam mobil.

Ketua tim itu adalah Wildan Vixmo. Asli Surabaya. Bapaknya Madura, ibunya Madura: dari Kalianget di ujung timur pulau itu.

Saya menemui Wildan Selasa siang kemarin. Di workshop-nya yang baru.

Ia baru membeli tanah di bilangan Wiyung, Surabaya Barat. Ia bangun seperti gudang besar. Ia sekat sebagiannya untuk kantor. Juga untuk ruang kerja bagi anak-anak muda yang mengembangkan software. Komputer-komputer layar lebar dan rangkaian elektronik memenuhi ruang itu.

Mereka umumnya lulusan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Wildan sendiri lulusan PENS. Jurusan IT. Ia yang paling senior di tim 45 anak muda itu. Sebentar lagi ia ultah ke-36.

Begitu lulus PENS, Wildan bekerja di perusahaan telekomunikasi. Tugasnya di lapangan. Naik turun panjat tower. Pun di waktu hujan.

Kebetulan, katanya, ia juga menyenangi utak-atik hardware. Ia bukan tipe orang software yang hanya di ruang komputer. Apa pun ia tangani. Luar. Dalam. Tinggi. Rendah. Ringan. Berat. Bersih. Kotor.

Wildan pun menguasai lapangan. Khususnya di dunia per-tower-an. Ia mengenal semua tower di wilayah kerjanya. Semuanya. Detail-detailnya. Termasuk karakteristiknya.

Lalu Wildan memikirkan apa saja kelemahan di dunia tower telekomunikasi. Bagaimana mengatasinya. Sistem apa yang sebaiknya dilakukan. Agar ketika  pemeliharaan tidak lagi sulit. Termasuk pemeliharaan sistemnya.

Wildan menjadi ahli tower yang berbeda. Bukan jenis yang bisa mendapat uang Rp 8 triliun dengan mudah itu –bahkan tanpa punya keahlian.

Wildan kerja keras. Pakai tenaga. Pakai keringat. Pakai otak. Dengan risiko cacat sampai kehilangan nyawa.

Tapi nilai keinginan maju Wildan melebihi 8 triliun Sus –skala untuk mengukur kadar semangat seseorang, entah siapa yang menemukan istilah itu.

Setelah malang-melintang di langit tower Wildan berhenti sebagai karyawan.

Ia mendirikan perusahaan. Nama perusahaannya: Vixmo. Singkatan dari Vision X Mobility.

Usaha Vixmo adalah jasa perawatan dan apa pun yang terkait dengan tower telekomunikasi.

Modalnya: "Saya punya data semua aset perusahaan telekomunikasi". Data yang detail. Fisik, sistem, dan karakteristiknya.

Vixmo lantas menawarkan kapasitasnya itu ke perusahaan Telkom.

Berhasil.

Jadilah Wildan pengusaha bidang jasa telekomunikasi. Posisinya kuat sekali. Mana ada perusahaan sejenis yang punya aset seperti Vixmo. Jadilah.

Maka anak muda Wildan menjadi pengusaha sukses: lewat otot, otak, dan keringatnya.

Wildan pun punya uang untuk merintis mimpi berikutnya. Yakni mimpi yang lebih terkait dengan filsafat di balik nama Vixmo: membuat mobil listrik tanpa kemudi.

Vixmo: ketika penglihatan bertemu dengan transportasi. Lewat AI (artificial intelligent). Itulah sebabnya nama lengkap Vixmo adalah: PT Vixmo Transportasi Cerdas.

"Apakah tidak merasa sudah ketinggalan dengan negara lain?"

"Dunia ini terlalu luas. Akan selalu ada ruang untuk apa saja," ujar Wildan.

Sudah empat tahun Wildan merintis mobil listrik itu. Sejak 2019.

Ia memulai dengan membangun tim. Tidak mudah membangun tim. Perlu waktu panjang. Tim ideal itu, katanya, kini sudah terbentuk. Solid. 45 orang. Maka mulailah Wildan mewujudkannya.

Sambil merintis mimpi utamanya itu Wildan mengerjakan modifikasi mobil bensin menjadi mobil listrik.

Ia sudah berhasil mengubah mobil Proton Savvy menjadi mobil listrik. Ia membeli Proton bekas Rp 38 juta. Di Tangerang. Proton jenis ini memang hanya banyak di Jabar dan Sumatra.

Kini tim Vixmo juga lagi mengerjakan modifikasi Mitsubishi double cabin. Itu atas permintaan pengusaha tambang. Mobil itu sudah dipersiapkan di bengkel barunya. Motornya juga sudah ada: 60 kv. Baterainya juga sudah dirakit: 350 ampere. Cocok untuk medan tambang.

"Kalau pemiliknya puas, semua mobil tambangnya akan diserahkan kepada Vixmo," ujar Wildan. "Untuk kami modifikasi menjadi mobil listrik," tambahnya. Itu berarti ratusan mobil sudah menanti prestasinya.

Bagi perusahaan tambang, itu penting. Terutama yang sudah go public. Mereka bisa membungkus tambang kotornya dengan mobil bersihnya.

Bukan hanya mobil tambang. Di situ saya lihat juga Mercy tua. Masih bagus. Pemilik Mercy itu juga minta agar Wildan mengubahnya jadi mobil listrik.

Saya ingin diajak saat diadakan uji coba ke-8 mobil tanpa kemudi Vixmo.

Ingin melihat saja. Toh saya tidak bisa ikut membantu.

Kemarin saya hanya melihat videonya. Yakni ketika Vixmo memutar di jalan lingkaran luar stadion. Berhasil satu putaran. Tanpa insiden. Padahal baru menggunakan satu dari 8 kamera yang terpasang.

Tentu masih jauh dari sempurna. Wildan akan terus melakukan penyempurnaan. Terutama menghadapi banyaknya jalan khas Indonesia. Tanpa garis putih. Atau garisnya sudah pudar.

Vixmo tidak dirancang membaca garis putih. "Empat bulan lagi akan lebih sempurna," kata Wildan. Tentu siang malam Wildan terus bergelut dengan mimpinya itu.

Saya terkesan dengan antusiasme Wildan. Juga ketelatenannya membina anak-anak yang jauh lebih muda.

Mereka seperti anak-anak Wildan sendiri. Toh Wildan memang belum punya anak. Bahkan pasangan hidup. Wildan rupanya asyik pacaran terus: dengan mimpi besarnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya