Berita

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Puan Maharani: Hubungan Megawati-Prabowo Baik-baik Saja, Jangan Dipolitisasi

KAMIS, 13 JULI 2023 | 14:20 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Hubungan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sedang baik-baik saja. Tidak ada konflik di antara keduanya sebagaimana yang diasumsikan masyarakat selama ini.

Begitu tegas Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dalam jumpa media usai rapat paripurna di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (13/7).

“Saya meyakini bahwa hubungan Ibu Mega, saya, juga dengan mas Prabowo itu baik-baik saja,” tegas Puan Maharani.


Dalam kesempatan ini, Ketua DPR RI itu juga meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi negatif. Dia tidak ingin ada opini liar yang menyebut seolah Prabowo dan Megawati tidak akrab.

“Jangan sampai kemudian mempolitisasi atau membuat suatu opini, bahwa hubungan PDIP dengan Gerindra atau hubungan Bu Megawati dengan Pak Prabowo itu sepertinya pecah, atau kemudian tidak akrab,” sambungnya.

Puan memastikan bahwa hubungan Megawati dan Prabowo akan selalu baik. Sekalipun nanti ada perbedaan dalam pilihan politik, keduanya tetap berteman.

“Kalau kemudian dalam dinamika politik atau dinamika di lapangan ada sedikit perbedaan itu biasa. Namun secara kekeluargaan, secara pertemanan, secara hubungan baik, kami baik,” tutupnya.

Pernyataan Puan ini disampaikan untuk menjawab opini berkembang yang menyebut nasib Prabowo akan sama seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jelang Pilpres 2004. Kala itu, SBY sebagai anggota kabinet kemudian beralih menjadi rival Megawati Soekarnoputri.

Nasib yang tidak jauh beda diyakini akan terjadi pada Prabowo yang kini menjabat sebagai menteri di kabinet Jokowi. Dia bisa diprediksi akan menjadi rival Megawati di Pilpres 2024.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya