Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Konstantin Gavrilov: Eropa Terancam Bencana jika Perang Ukraina Meningkat

RABU, 12 JULI 2023 | 07:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Eropa terancam bencana besar seandainya perang antara Rusia dan Ukraina semakin meningkat. Begitu menurut Konstantin Gavrilov, seorang negosiator keamanan senior Rusia yang berbasis di Wina.

Pernyataan Gavrilov disampaikan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita negara RIA Rusia pada Senin (10/7), menjelang KTT NATO di Vilnius.

Gavrilov mengatakan Eropa akan menjadi yang pertama menghadapi konsekuensi bencana jika perang semakin meningkat. Namun, dia tidak merinci konsekuensi apa yang dimaksud.


"Mari kita lihat faktanya - nasib Eropa tidak begitu menarik bagi Amerika Serikat," katanya, menuduh Washington mengejar agenda untuk melemahkan Rusia.

Gavrilov mengatakan sesungguhnya AS dan sekutu sudah menyadari bahwa mereka telah kalah.

“Baik Amerika Serikat maupun NATO memahami bahwa waktu tidak bekerja untuk mereka. Mereka kalah di Ukraina,” kata Gavrilov.

Pada pertemuan puncak di ibu kota Lituania, para pemimpin NATO diperkirakan akan menyetujui rencana komprehensif pertama aliansi tersebut sejak akhir Perang Dingin untuk mempertahankan diri dari serangan apa pun oleh Moskow.

Duta Besar Rusia untuk Belgia, Alexander Tokovinin, dalam komentar yang dikutip oleh RIA, mengatakan bahwa rencana tersebut akan membuat konfrontasi NATO dengan Moskow menjadi lebih tegang dan berkepanjangan.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Kasus Video CCTV Restoran, Nabilah O’Brien Siap Hadiri RDPU Komisi III DPR

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:16

Indeks Utama Wall Street Berguguran Saat Perang Diprediksi Berlangsung Lama

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:03

Ketegangan Timur Tengah Bayangi Pasar Saham, Ini Sektor yang Paling Terdampak

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:49

Bursa Eropa Terguncang: Harga Energi Melonjak, Saham Berguguran

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:38

Putin Diduga Bantu Iran Bidik Aset Militer AS di Timur Tengah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:21

Menkeu Berencana Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun ke Perbankan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:03

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bedah Pemikiran Islam Bung Karno: Posisi RI di Board of Peace Jadi Sorotan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:32

Roy Suryo Cs Berpeluang Besar Lolos dari Jerat Hukum

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:19

Kalam Kiai Madura

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:13

Selengkapnya