Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Sengkarut DPT Rawan Manipulasi, Pengamat: Kita Masih Menjalankan Pemilu Negara Dunia Ketiga

JUMAT, 07 JULI 2023 | 23:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sengkarut daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 yang disusun Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan kualitas pelaksanaan pesta demokrasi dalam negeri masih rendah.

Dosen politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, menilai, temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengenai data bermasalah dalam DPT memunculkan potensi kecurangan.

Dia menyebutkan, potensi surat suara dipakai sebagai alat memenangkan pasangan Capres-Cawapres tak dapat dipungkiri terjadi.


“Tiap pelaksanaan Pemilu banyak menyimpan persoalan. Tapi dalam konteks politik, orang mengatakan bisa dimainkan (manipulasi suara) dan sebagainya,” kata Ujang, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (7/7).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review itu memaparkan, salah satu indikator pelaksanaan demokrasi yang baik adalah menjaga hak pilih warga negara.

“Di Indonesia ini Pemilunya seperti negara dunia ketiga, rawan penyalahgunaan DPT dan sebagainya. Kita kan selalu dihantui hal-hal seperti itu setiap Pemilu,” tuturnya.

Karena itu, Ujang mendorong semua pihak memastikan DPT Pemilu 2024 berasal dari data yang valid, bukan manipulasi yang diatur penguasa.

“Karena itu, mengawasi DPT menjadi penting, agar perjalanan pemilihan kita jujur dan adil,” demikian Ujang menambahkan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya