Berita

Mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini berstatus bakal calon presiden 2024, Anies Baswedan/Net

Politik

Koalisi Anies Baswedan Belum Aman

JUMAT, 07 JULI 2023 | 17:57 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Koalisi partai politik pengusung calon presiden dan wakil presiden untuk pemilu 2024 kemungkinan besar masih bisa berubah. Komunikasi elite parpol yang cair, menunjukkan koalisi belum final.

Menurut Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia, Mohammad Anas RA, Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang diinisiasi Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem belum sepenuhnya aman.

Koalisi pendukung Anies Baswedan ini dipandang masih bisa goyah karena belum memiliki kesepakatan soal cawapres. Terlebih KPP masih dihantui isu penjegalan dan mendapat godaan dari pihak eksternal.


Berbeda halnya dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang digawangi PKB dan Gerindra, serta poros PDIP yang mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden yang dianggap cukup aman.

"Poros Ganjar dan poros Prabowo relatif aman menuju gelanggang Pilpres," kata Anas saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (7/7).

Anas melihat, banyak partai politik yang berminat namun masih malu-malu untuk bergabung dengan poros pendukung Prabowo dan Ganjar.

"Banyak parpol dan cawapres yang memiliki keinginan menjadi bagian poros keduanya. Beda halnya poros Anies lebih goyah koalisinya dan peminat cawapresnya sedikit," pungkasnya.

Selain KKIR, KKP dan poros PDIP, saat ini juga sudah terbentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dihuni Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun belakangan PPP telah menyatakan diri mendukung Ganjar Pranowo sebagai Bacapres.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya