Berita

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr/Net

Dunia

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Filipina Hapus Utang Tanah Setengah Juta Petani

JUMAT, 07 JULI 2023 | 14:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Filipina memutuskan untuk menghapus utang terkait tanah yang dimiliki oleh lebih dari setengah juta petani dengan nilai total 1,04 miliar dolar AS atau Rp 15,7 triliun dalam upaya menjaga ketahanan pangan.

Keputusan tersebut tercantum dalam UU Emansipasi Agraria Baru yang ditandatangani oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr pada Jumat (7/7).

UU itu membebaskan semua utang terkait properti yang harus dibayar oleh petani yang telah diberi tanah dengan syarat pembayaran 30 tahun di bawah program reformasi tanah tahun 1988 tetapi tidak mampu membayar.


"Kami tahu para petani ini tidak memiliki sarana untuk membayar utang sebesar ini. Jadi menempatkannya di bawah tanggung jawab pemerintah adalah hal yang benar untuk dilakukan," kata Marcos dalam upacara penandatanganan di istana kepresidenan.

Marcos menilai, penghapusan pinjaman, yang dikeluarkan oleh bank pemerintah, diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan.

Dikutip Reuters, di bawah UU yang disahkan sekitar satu tahun setelah ayahnya digulingkan dalam pemberontakan "Kekuatan Rakyat" tak berdarah pada tahun 1986, sekitar 4,8 juta hektar bidang tanah dibagikan kepada hampir tiga juta petani tak bertanah.

Totalnya setara dengan 16 persen dari luas daratan negara.

Kongres meloloskan UU baru karena hampir 1,2 juta hektar lahan pertanian yang didistribusikan kembali tidak dibayar, dengan kontribusi sektor pertanian terhadap hasil ekonomi negara menyusut.

Penghapusan akan menguntungkan lebih dari 610 ribu penerima manfaat reformasi tanah tetapi akan merugikan pemerintah 57,65 miliar peso.

Pemerintah akan menghabiskan 206 juta peso lagi untuk mengompensasi pemilik tanah yang propertinya dialihkan ke penyewa.

“Kita perlu merevitalisasi sektor pertanian,” kata Marcos.

Pasca pemilihannya tahun lalu, Filipina didera kelangkaan dan melambungnya harga komoditas pertanian, termasuk bawang merah dan gula, sementara impor beras, bahan makanan pokok, juga melonjak.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya