Berita

Seorang petugas penyelamat membantu seorang pengemudi mendorong becak sepeda motornya melewati jalan yang tergenang banjir akibat hujan lebat di Lahore, Pakistan pada Rabu, 5 Juli 2023/Net

Global

Korban Jiwa Hujan Monsun di Pakistan Capai 55 Orang

JUMAT, 07 JULI 2023 | 12:24 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badai monsun yang melanda Pakistan selama dua minggu terakhir telah menimbulkan dampak serius, dengan jumlah korban tewas yang terus meningkat.

Pada Kamis (6/7), pihak berwenang melaporkan bahwa setidaknya 55 orang telah kehilangan nyawa mereka akibat hujan deras, termasuk 12 orang dengan delapan anak-anak di dalamnya yang baru-baru ini dilaporkan meninggal dunia.

Kota Lahore di bagian timur Pakistan menjadi salah satu yang paling terdampak oleh hujan monsun ini. Banyak jalan tergenang air, yang mengganggu lalu lintas dan kehidupan sehari-hari penduduk, sehingga menewaskan 19 orang di kota tersebut, akibat robohnya atap rumah dan insiden sengatan listrik.


Badan Ramalan Cuaca Pakistan mengeluarkan peringatan bahwa hujan lebih lanjut diperkirakan akan terus menghantam kota tersebut.

Di tempat lain, distrik Shangla,  Khyber Pakhtunkhwa yang berbatasan dengan Afghanistan mengalami bencana tanah longsor yang berakibat fatal. Setidaknya delapan anak dilaporkan tewas dalam peristiwa ini.

"Tim penyelamat sedang berjuang keras untuk memindahkan tumpukan lumpur yang besar, karena kekhawatiran adanya anak-anak lain yang terkubur di dalamnya," kata pihak berwenang setempat.

Mengutip VOA News, Jumat (7/7), hujan lebat selama berminggu-minggu terus melanda Pakistan, yang menyebabkan tingginya volume air di sungai-sungai utama seperti Jhelum dan Chenab di provinsi Punjab.

Badan Penanggulangan Bencana setempat kini telah meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap kemungkinan terjadinya banjir bandang yang dapat membahayakan masyarakat.

Peristiwa ini terjadi setahun setelah banjir dahsyat melanda Pakistan, mengakibatkan sungai meluap dan menggenangi sepertiga wilayah negara ini, dan menewaskan 1.739 orang serta merusak properti negara dengan total kerugian hingga 30 miliar dolar AS.

Pihak berwenang kini terus berupaya mengatasi situasi tersebut dengan mengintensifkan upaya penanggulangan dan evakuasinya, agar kejadian serupa dengan ribuan korban di masa lalu tidak kembali terulang.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya