Berita

Ilustrasi/Net

Global

Demi Keamanan, China akan Larang Impor Sebagian Makanan Laut dari Jepang

JUMAT, 07 JULI 2023 | 10:56 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

China akan batasi impor makanan dari Jepang sekitar seperlima dari total prefektur negara itu demi alasan keamanan.

Keputusan tersebut diumumkan Bea Cukai China pada Jumat (7/7), sebagai respons terhadap langkah Jepang yang membuang air limbah nuklir ke laut.

"Sebagai pembeli terbesar ekspor makanan laut Jepang, China akan melakukan pemeriksaan yang lebih ketat terhadap dokumen makanan, terutama produk akuatik, yang berasal dari wilayah lain di Jepang," kata bea cukai dalam pernyataannya.


Lebih lanjut, Bea Cukai China menyatakan akan terus memperkuat deteksi dan pemantauan zat radioaktif guna memastikan keamanan makanan yang diimpor dari Jepang, dengan melarang impor makanan dari 10 prefektur tertentu.

"Langkah ini diambil untuk mencegah masuknya makanan Jepang yang terkontaminasi radioaktif ke China serta melindungi keamanan pangan impor bagi konsumen di China," tambah lembaga tersebut.

Mengutip Reuters, selama beberapa minggu terakhir China telah mengekspresikan penentangannya yang kuat terhadap langkah Jepang dalam membuang air radioaktif yang telah diolah dari pembangkit listrik nuklir Fukushima yang mengalami kegagalan untuk dibuang ke laut.

Meski tindakan tersebut telah mendapat lampu hijau dari badan pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), namun China tetap menolak langkah tersebut, karena semua ahli disebut tidak dilibatkan dalam proses pemberian persetujuan itu.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya