Berita

Kepala tentara bayaran Wagner Yevgeny Prigozhin meninggalkan markas Distrik Militer Selatan di tengah penarikan kelompok itu dari kota Rostov-on-Don, Rusia, pada 24 Juni 2023/Net

Dunia

Lukashenko Benarkan Bos Wagner Sedang Berada di Rusia, Bukan di Belarusia

JUMAT, 07 JULI 2023 | 04:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kabar tentang keberadaan pemimpin pasukan bayaran Wagner, Yevgeny Prigozhin, telah dikonfirmasi oleh Presiden Belarusia Aleksander Lukashenko pada Kamis (6/7) waktu setempat.

Berbicara kepada wartawan internasional, Lukashenko mengatakan bahwa pemimpin tentara bayaran itu benar sedang berada di St Petersburg, Rusia, dan pasukan Wagner berada  di base camp permanen mereka untuk istirahat dan pemulihan.

Dia tidak merinci lokasi kamp, tetapi tentara bayaran Prigozhin bertempur bersama pasukan Rusia di Ukraina timur sebelum pemberontakan mereka dan juga memiliki pangkalan di wilayah Rusia.


Ditanya apakah Prigozhin dan tentara bayarannya pada akhirnya akan pindah ke Belarusia, Lukashenko menjawab dengan mengelak bahwa itu akan bergantung pada keputusan kepala suku Wagner dan pemerintah Rusia.

"Prigozhin, dia berada di St. Petersburg. Mungkin dia pergi ke Moskow, tetapi yang jelas dia tidak berada di tanah Belarusia," kata Lukashenko, sembari menegaskan bahwa Prigozhin tidak sedang dipenjara.

Pemimpin Belarusia itu mengatakan dia tidak menganggap kehadiran tentara bayaran di Belarusia akan menyebabkan destabilisasi negaranya dan mengatakan setiap pasukan Wagner di sana akan diminta untuk menandatangani kontrak dengan otoritas Belarusia yang akan menguraikan kondisi dan batasan tindakan mereka.

Ia menolak pernyataan bahwa tentara bayaran dapat menyerang Ukraina dari wilayah Belarusia, yang digunakan pasukan Rusia sebagai tempat persiapan sebelum invasi mereka ke Ukraina pada Februari 2022.

Selama pemberontakan singkat mereka pada pekan lalu, tentara bayaran Prigozhin dengan cepat menyapu kota Rusia selatan Rostov-on-Don dan merebut markas militer di sana sebelum berbaris sekitar 200 kilometer dari ibu kota Rusia.  Prigozhin menggambarkannya sebagai "pawai keadilan" untuk menggulingkan menteri pertahanan Rusia dan kepala Staf Umum, bukan untuk meluncurkan kudeta seperti anggapan banyak pihak.
Ketika kesepakatan tercapai, kepala suku Wagner memerintahkan pasukannya untuk kembali ke kamp mereka.

Lukashenko mengatakan dia telah memperingatkan Prigozhin bahwa dia dan pasukannya akan dihancurkan jika mereka gagal membuat kesepakatan untuk mengakhiri pemberontakan mereka dan bahwa Belarusia akan mengirim brigade untuk membantu melindungi Moskow.

"Itu perlu untuk menghentikannya sejak awal. Itu sangat berbahaya, seperti yang ditunjukkan sejarah," kata Lukashenko, seperti dikutip dari Associated Press.

Ditanya tentang pengerahan senjata nuklir taktis Rusia ke Belarusia, Lukashenko mengatakan mereka dimaksudkan untuk mencegah agresi terhadap negara tersebut.

Putin dan Lukashenko sama-sama mengatakan bahwa beberapa dari senjata itu telah dipindahkan ke Belarusia.

"Senjata-senjata ini benar-benar berfungsi untuk tujuan pertahanan," kata Lukashenko, seraya menambahkan bahwa jika Belarusia menghadapi agresi, maka "Tanggapannya akan segera datang."

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

PT DSI Fokus Genjot Ekspor 3 Komoditas Ini

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53

Kasus Abu Janda jadi Ujian Polri, Akankah Pilih Kasih?

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32

Nahdliyin DIY Soroti Konflik PBNU dan Arah Organisasi

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:10

Prabowo Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Besok

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:01

Kedekatan Prabowo dengan Tiga Pemimpin Adidaya Untungkan Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:43

Kamboja Bebaskan Denda Overstay 5.950 WNI Terjerat Kasus Online Scam

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24

Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu: Dari Titisan Darah Militer hingga Kursi Eksekutif

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05

Meski Disidangkan, Kasus LCC Empat Pilar Perlu Pertimbangkan Jalan Damai

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:44

Program Bioflok Presiden Prabowo di Karawang Sukses Panen Raya 1,2 Ton Ikan Nila

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:34

Warisan Bung Tomo: Lawan Pemimpin yang Tak Berpihak pada Rakyat Kecil!

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya