Berita

Anggota Bawaslu RI, Puadi/RMOL

Politik

Puadi: Sosialisasi Parpol Bukan Ruang Kampanye Kader

JUMAT, 07 JULI 2023 | 04:01 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kegiatan sosialisasi partai politik diimbau tidak disalahgunakan oleh partai politik peserta Pemilu 2024 menjadi ajang kegiatan kampanye dari para Bakal Bacaleg, Bakal Calon Kepala Daerah, dan Bakal Calon Presiden (Bacapres).

Demikian imbauan anggota Bawaslu RI, Puadi, Kamis (6/7).

Puadi menjelaskan, pihaknya sejauh ini massif membangun komunikasi kepada parpol. Tujuannya, agar dalam melakukan sosialisasi di internal partai tidak dimaknai sebagai ruang kampanye.


"Kita meyakinkan peserta pemilu untuk melakukan sosialisasi di internal partai politik agar tidak lagi dimaknai sebagai ruang kampanye," jelas Puadi.

Menurut Puadi, sampai saat ini KPU RI belum resmi untuk menetapkan masa kampanye pada Pemilu 2024. Maka dari itu, agenda tahapan sosialisasi partai politik agar tidak dimaknai sebagai kampanye bagi para kader parpol.

Pihaknya mengaku telah berupaya mencegah. Salah satunya, pasca penetapan peserta pemilu, Parpol diminta melakukan sosialisasi di internal partai politik.

Selain itu, Puadi mengatakan, Bawaslu RI sedang menyiapkan alat kerja pengawasan terhadap kegiatan kampanye parpol peserta Pemilu 2024.

Upaya itu dilakukan untuk kesiapan pengawasan terhadap kegiatan kampanye parpol peserta pemilu dapat berjalan dengan baik dan sesuai aturan. Ia memastikan bahwa masa kampanye baru bisa dimulai pada 28 November nanti.

"Sekarang karena PIC terhadap pengawasan kampanye itu ada di penanganan pelanggaran," kata Puadi.

Dia menambahkan, Bawaslu juga massif dengan memberikan imbauan kepada partai politik peserta Pemilu 2024 agar tidak melakukan pelanggaran.

"Terutama, karena kalau kita membicarakan bakal caleg, bakal capres belum ada," imbuhnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya