Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Diduga Bentuk Organisasi Mirip ISIS, Tujuh Pria Ditangkap Aparat Jerman

JUMAT, 07 JULI 2023 | 01:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Penangkapan tujuh pria asing oleh Kepolisian Jerman dilakukan setelah mereka dicurigai mendirikan organisasi teroris yang orientasinya mirip dengan ISIS.

Mengutip The Star, para tersangka ditangkap di negara bagian Rhine-Westphalia Utara, Jerman barat, pada Kamis (6/7).

"Tujuh orang itu telah saling mengenal sejak lama dan merupakan warga asal Turkmenistan, Tajikistan, dan Kyrgyzstan," bunyi laporan tersebut.


Mereka diketahui telah memasuki Jerman melalui Ukraina, tak lama setelah invasi Rusia diluncurkan Februari tahun lalu.

Menurut pernyataan Kejaksaan Jerman, komplotan itu telah membentuk organisasi teroris sejak Juni 2022 dan menargetkan Jerman untuk memperoleh senjata.

"Warga negara asal Turkmenistan dan Tajikistan yang ditangkap berulang kali mentransfer uang pada ISIS sejak April 2022," kata jaksa dalam sebuah pernyataan.

Di hari yang sama, otoritas Belanda juga menangkap dua tersangka tambahan yang terkait dengan ISIS.

Mereka adalah seorang pria dari Tajikistan dan istrinya dari Kirgistan, yang telah tinggal di Belanda sejak 2022.

Sang suami diduga telah lama menjadi anggota dan menerima arahan ISIS untuk melakukan serangan terorisme di Belanda, meskipun itu belum terjadi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya