Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

UNICEF: Ada 27 Ribu Pelanggaran Berat terhadap Anak di Zona Konflik Tahun 2022

KAMIS, 06 JULI 2023 | 16:56 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Anak-anak terus menjadi korban dalam konflik. Bahkan di berbagai zona konflik di seluruh dunia, anak-anak harus mengalami pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat, termasuk penculikan hingga pembunuhan.

Berdasarkan laporan dari Badan Anak-anak PBB, UNICEF pada Rabu (5/7), terdapat 27.180 kasus pelanggaran berat terhadap anak yang tercatat pada tahun 2022. Angka ini naik dari 24 ribu pada tahun sebelumnya, dan menjadi jumlah tertinggi yang diverifikasi sejak laporan dibuat pada 2005.

Konflik Israel dan Palestina, serta Republik Demokratik Kongo dan Somalia menjadi zona konflik yang paling banyak menempatkan anak-anak dalam bahaya.


UNICEF juga mengungkapkan keprihatinan khusus terhadap meningkatnya jumlah laporan tersebut, dengan konflik yang berada di Haiti, Nigeria, Ethiopia, Mozambik, dan Ukraina.

Mengutip TRT World pada Kamis (6/7), pelanggaran berat yang dilaporkan meliputi perekrutan dan penggunaan anak-anak oleh pihak bersenjata, pembunuhan dan luka-luka, kekerasan seksual, penculikan, serta serangan terhadap sekolah dan rumah sakit.

Sejak laporan itu dikeluarkan, konflik serius telah meletus di Sudan, di mana lebih dari satu juta anak terlantar akibat kekerasan. PBB juga menerima laporan bahwa ratusan orang telah tewas dan terluka.

UNICEF memperkirakan, jumlah pelanggaran berat terhadap anak dapat meningkat pada tahun ini dengan pecahnya konflik di Sudan hingga eskalasi kekerasan di Tepi Barat oleh Israel.

Menurut badan tersebut, pemerintah dan pihak-pihak yang berkonflik tidak memenuhi komitmen mereka untuk melindungi anak-anak. Untuk itu, UNICEF mendesak kepada pihak-pihak terkait dan masyarakat internasional untuk berbuat lebih banyak untuk mencegah dan melindungi anak-anak dari kerusakan akibat konflik bersenjata ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya