Berita

Tangkapan layar Dewi Perssik curhat soal niat kurban ditolak RT/Net

Publika

Drama Kurban Gaya Dewi Perssik

SABTU, 01 JULI 2023 | 11:18 WIB | OLEH: DJONO W OESMAN

IDULADHA berlalu, penyanyi Dewi Perssik masih konflik dengan Ketua RT soal hewan kurban. Konon, Dewi kurban sapi ditolak Ketua RT, malah dipalak Rp100 juta.

Didamaikan, ternyata itu salah paham.  Di tengah perdamaian, masih cekcok lagi, akhirnya dead lock.

Perkara itu lucu. Dewi dan Ketua RT bernama Malkan, sebenarnya sama-sama tidak salah. Sama-sama berniat baik. Niat baik ketemu niat baik, menghasilkan percekcokan. Aneh, tapi sering terjadi.


Awalnya, Dewi mengunggah di medsos, dia kurban seekor sapi dan seekor kambing. Tapi ditolak Malkan.

Instagram Dewi, Selasa, 27 Juni 2023: “Bapak RT Lebak Bulus (Jakarta Selatan) 2 RT 4 RW 6 tidak menerima daging kurban dari Dewi Perssik, katanya warganya sudah banyak daging kurbannya jadi tidak butuh.”

Dilanjut: "Kalau pun mau dibantuin kurban sapi, harus bayar Rp100 juta. Gitu versi sopir saya, lapor ke saya."

Spontan viral. Warganet membela Dewi, mencela Ketua RT Malkan. Lalu ribut. Lantas didamaikan di Masjid Babul Khoirot, Cilandak, Jakarta Selatan, dekat rumah Dewi, Kamis, 29 Juni 2023. Para pihak cekcok dihadirkan, ditengahi pengurus masjid.

Di situ kronologi terungkap, begini: Senin, 26 Juni 2023 pukul 10.00 WIB seekor sapi dan seekor kambing milik Dewi, di-drop ke masjid itu, oleh ustaz Qurtubi (tetangga Dewi) yang bantu membelikan dua hewan itu dari Cirebon, Jabar.

Qurtubi ke Malkan: “Pak RT, Mbak Dewi mau kurban sapi dan kambing. Saya serahkan di sini, ya.” Malkan menerima dua hewan itu. Diikat dekat masjid.

Sekitar enam jam kemudian, datanglah sopir Dewi membawa truk, menemui Malkan. Minta tolong Malkan bantu menaikkan sapi dan kambing itu, bersama pemuda karang taruna setempat.

Malkan: “Lho… katanya mau kurban di sini?”

Sopir: “Ya, tapi kata Mbak Dewi motongnya enggak di sini. Di tempat lain. Tapi, dagingnya buat warga sini. Minta tolong daftar nama warga. Sekalian tolong bantu naikkan sapi dan kambing ke truk bersama karang taruna. Ini ada uang rokoknya.”

Malkan: “Saya enggak butuh uang rokok seratus dua ratus ribu. Dikasih seratus juta pun saya enggak mau. Sana… bawa sapinya. Warga sini enggak butuh daging.”

Sopir: “Gimana sih, Pak RT kok marah-marah?”

Malkan: “Cepet… bawa sendiri sapi kambing. Cepet… Kalau sampai jam tujuh belum diambil, saya akan lepas.”

Sopir lalu lapor ke Dewi. Pak RT marah, menolak sapi, minta seratus juta. Akhirnya Dewi mengunggah di Instagram itu.

Kemudian, Dewi melalui sopir dan pembantu, mengerahkan pemuda karang taruna, mengangkut sapi dan kambing itu. Disembelih di tempat lain. Semua dagingnya di-drop ke rumah Dewi, lalu dibagikan semua ke warga sekitar. Habis.

Malkan sewot. Kepada wartawan ia mengatakan: “Saya kan malu pada warga saya. Sepertinya saya kagak dipercaya motong daging kurban. Kalau enggak niat kurban, bilang aja.”

Dewi juga marah. Kepada wartawan, bilang: “Masak, Ketua RT kayak gitu. Saya kurban bukan sekali ini saja. Tiap tahun. Saya pernah bagi-bagi sembako buat warga sini, tapi ia (Malkan) malah enggak jelas baginya ke siapa.”

Ketika didamaikan di masjid, ditonton warga, malah tambah ribut. Malkan marah dituduh memeras Dewi Rp100 juta. Sebaliknya, Dewi membalas sengit, begini:

"Lha maksud saya, bapak… Bapak bisa enggak, bapak tidak emosi pak? Bapak ini kan RT gitu, lho…. Kami kan warga. Otomatis, kami kan anak. Dan, bapak adalah bapak kita. Bisa enggak, bapak bicara baik-baik?”

Warga di dalam dan di luar masjid, menyoraki: “Wooow….” Ada juga yang tepuk tangan. Bersuit-suit. Sebagian warga masih menenteng tas kresek isi pembagian daging. Di antaranya daging dari Dewi.

Malkan tambah ngamuk, mendamprat Dewi lebih keras lagi. Dewi balik membalas lebih tajam. Mengungkit soal dia pernah membagi sembako. Malkan kaget. Membela diri, membentak. Akhirnya Dewi meninggalkan masjid, sambil menangis.

Warga masih menonton. Tidak segera pulang, memasak daging. Tas kresek isi daging masih mereka tenteng. Mungkin, mereka anggap drama itu lebih seru daripada langsung masak daging.

Dewi pergi, jalan di antara kerumunan warga. Kelihatan, warga kasihan ke Dewi. Ada yang nyeletuk: “Yang sabar…. Mbak Dewi.” Disapa begitu, Dewi berusaha senyum.

Dewi diikuti pembantunya bernama Rosmini. Ngintil, mengikuti Dewi jalan pulang sambil menangis. Rosmini dicegat wartawan, ditanya kronologi.

Rosmini: “Sebenarnya, sopir Mbak Dewi itu orangnya agak budeg. Mungkin pak sopir salah denger soal seratus juta itu. loh….” Setelah bicara begitu, Rosmini jalan ngibrit, mengikuti bos Dewi.

Malkan keluar masjid. Ia tampak masih tidak puas. Kepada wartawan ia mengatakan, tidak ingin ribut-ribut.

Malkan: “Sekarang, kan Iduladha. Hari yang paling sakral buat saya. Dengan disembelihnya hewan ini, merupakan cerminan bahwa kita ini masih memiliki sifat-sifat kebinatangan. Yang harus dimusnahkan dari diri kita."

Dilanjut: "Saya ini enggak mau jadi manusia, tetapi masih memiliki sifat kebinatangan, tanpa berpikir. Sudah gitu aja.”

Malkan justru ceramah. Tapi, tidak menyebut, Nabi Ibrahim AS atas perintah Allah agar mengurbankan putranya, Ismail, dan perintah itu dipatuhi Ibrahim, lalu dibatalkan Allah.

Tidak. Malkan tidak cerita itu. Melainkan, soal menyembelih sifat-sifat kebinatangan pada diri manusia. Mungkin maksudnya, emosi binatang. 

Penulis adalah Wartawan Senior

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya