Berita

Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto/Net

Politik

Disebut Dukung Prabowo, Jokowi Punya Misi Duetkan Orang "Spesial" di Pilpres 2024

JUMAT, 30 JUNI 2023 | 09:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kabar yang menyebutkan kecondongan Presiden Joko Widodo mendukung bakal capres Prabowo Subianto dibanding ke Ganjar Pranowo dianggap wajar.

Pandangan Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia Andi Yusran, ada misi khusus yang kemungkinan dibawa Jokowi untuk bermain dua kaki.

"Jokowi sebenarnya mencari kandidat capres yang bisa membawa orang spesialnya, yakni Erick Tohir," kata Andi saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (30/6).


Menurut analis politik Universitas Nasional itu, capres yang berpeluang kuat berpasangan dengan Erick Thohir adalah Prabowo yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

"Sementara Ganjar sepertinya sulit menggandeng Erick karena faktor PDIP dan Megawati," jelasnya.

Selain faktor kedekatan, beberapa kontroversi Ganjar juga dianggap tidak sejalan dengan sikap Erick yang kini menjabat Ketua Umum PSSI. Salah satunya soal sikap Ganjar saat menolak kedatangan tim sepak bola U20 Israel hingga berujung batalnya Piala Dunia U20 di Indonesia.

"Kasus penolakan Israel ke Indonesia oleh Ganjar yang berbuntut batalnya Piala Dunia U-20 digelar di Indonesia seharusnya dibaca sebagai indikator penolakan PDIP/Megawati kepada Erick Tohir," pungkas Andi Yusran.

Media Singapura The Straits Times menyebut Presiden Jokowi lebih mendukung Prabowo ketimbang Ganjar untuk menggantikannya sebagai Presiden RI.

Harian The Straits Times melihat sejumlah variabel yang menguatkan bahwa Jokowi sebetulnya mendukung Prabowo. Salah satunya Prabowo merupakan Ketua Umum Partai sedangkan Ganjar hanya petugas partai.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya