Berita

Ketua Bawaslu Sumsel Yenli Elmanoferi/Ist

Politik

Serangan Fajar pada Pemilu 2024 Beralih ke Digital, Bawaslu Sumsel Siapkan Antisipasi

KAMIS, 29 JUNI 2023 | 01:38 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan jajarannya akan berusaha maksimal dalam mengantisipasi kecurangan ataupun pelanggaran saat Pemilu 2024. Termasuk serangan fajar yang berubah ke versi digital.

Hal ini merupakan respons atas prediksi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), bahwa serangan fajar saat Pemilu 2024 nanti bukan lagi dilakukan melalui cara konvensional bagi-bagi amplop, melainkan dengan cara baru.

Serangan fajar pada Pemilu 2024 sudah tak lagi dilakukan melalui bagi-bagi uang dalam amplop, melainkan lewat pengisian dompet digital atau token listrik.


"Itu sudah ditindaklanjuti dengan MoU Bawaslu bersama PPATK, dan nanti dijabarkan bagaimana secara teknis kalau ada indikasinya, itu biasanya jelang pemungutan nanti. Nah, kalau peredaran uang itu biasanya jelang masa tenang, itu trennya dan perlu antisipasi kedepan," kata Ketua Bawaslu Sumsel, Yenli Elmanoferi, dikutip Kantor Berita RMOLSumsel, Rabu (28/6).

Untuk indikasi apakah nanti terjadi di Sumsel, diakuinya setiap daerah punya kemungkinan yang sama. Mengingat transaksi sekarang banyak dilakukan secara digital, dan ini akan jadi pembahasan bagi Bawaslu untuk mengantisipasi.

"Antisipasi pastinya yang jelas seluruh jajaran seluruh pengawas, tetap memasang mata dan telinga dengan tajam. Di samping tu sosialisasi secara intens ke masyarakat pemilih untuk menghindari hal itu, karena itu salah satu pencitraan proses demokrasi dan masuk politik uang, sehingga masyarakat harus cerdas, " jelasnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Sumsel Divisi SDM Organisasi dan Diklat, Kurniawan menambahkan, tak menutup kemungkinan akan banyak modus pelanggaran yang dilakukan peserta Pemilu, sehingga pengawasan perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan.

"Memang apapun bentuk modus pelanggaran, pastinya pertama Bawaslu melakukan upaya pencegahan pertama sosialisasi secara masif. Karena itu mengarah pada money politic dengan melibatkan penegak hukum. Nantinya ada sosialisasi terkait indikasi serangan fajar dalam bentuk digital bukan konvensional saja, melibatkan penegak hukum pastinya," katanya.

Ditambahkan Kurniawan, Bawaslu akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti PPATK untuk pelacakan jejak digital, kalau hal mencurigakan transaksinya di perbankan.

"Jadi akan diketahui, transaksi digital yang dicurigai itu apakah ke arah pidana umum atau pidana pemilu. Dulu memang belum terpantau, tapi bisa saja ada karena layanan digital juga banyak dan sekarang lewat aplikasi yang ada tambah banyak " tuturnya.

Di sisi lain, pihaknya juga pastinya akan menyiapkan sumber daya manusia yang ada di Bawaslu, yang mampu mengantisipasi modus baru itu.

"Bawaslu akan siapkan SDM yang andal, untuk lebih fokus pengawasan ke transaksi elektronik juga, " katanya.

Serangan fajar merupakan praktik politik uang dalam rangka membeli suara. Direktur Analisis dan Pemeriksaan I PPATK, Beren Rukur Ginting mengatakan, cara tersebut akan lebih sulit untuk diawasi pada Pemilu 2024 karena tak ada perpindahan dana melalui tangan.

"Bisa tinggal dimasukan ke dalam daftarnya (untuk mengisi dompet digital atau token listrik). Nanti masuk notifikasi, 'Hore, masuk (dananya).' Polisi menunggu kapan dibagi-bagi duitnya, (ternyata) enggak ada bagi-bagi duit," katanya dalam acara diskusi di Hotel Santika Bogor, Selasa (27/6).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya