Berita

Masyarakat Peduli Bumi Ageung Batutulis saat memberi keterangan soal penolakan rencana pembangunan Bumi Ageung Batutulis/RMOLJabar

Nusantara

Warga Bogor Minta Pemkot Desain Ulang Rencana Pembangunan Bumi Ageung Batutulis, Ini Alasannya

RABU, 28 JUNI 2023 | 23:29 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Warga Kota Bogor yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Bumi Ageung Batutulis Pakwan Bogor menolak pembangunan bekas Gedung SDN Batutulis atau Gedung Bumi Ageung yang berlokasi di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Ketua Pergerakan Masyarakat Peduli Bumi Ageung, Putra Sungkawa mengungkapkan, penolakan itu didasari karena tidak sesuai dengan jatidiri urang Sunda dan Undang-undang Nomor 5/2017 tentang Kemajuan Kebudayaan yang baru disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) oleh DPRD Kota Bogor. Di mana hal tersebut menitikberatkan jatiwilayah sebagai identitas masyarakat setempat.

"Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang akan melakukan pembangunan gedung ini jauh dari kata literasi dan kultur budaya daerah Bogor, yang identik dengan kultur orang Sunda yang memiliki nilai-nilai sejarah Pajajaran," papar Putra kepada wartawan, Rabu (28/6).


Selain itu, lanjut Putra, desain pembangunannya juga sama sekali tidak sesuai dengan marwah Kesundaan. Bahkan, dari arkeologinya pun menolak secara halus bahwa pembangunan itu lebih kepada kerajaan yang berada di wilayah wetan (Majapahit, red).

Bukan itu saja, dilihat dari bentuk gapura (pintu masuk) yang ada di Bumi Ageung juga seolah masih bingung sehingga dalam bentuknya tidak memperlihatkan gapura Pajajaran. Apalagi, ini dibuat desainnya ala kerajaan wetan.

"Sudah jelas itu jauh dari nilai nilai leluhur kita yang ada di tanah pasundan, khususnya di Bogor," tegasnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Ia menambahkan, penolakan ini termasuk candi bentar, yang merujuk kepada bangunan-bangunan nilai sejarah candi yang berada di Cirebon.

"Ini Bogor, ini kerajaan, kalau mau merujuk ke arah kesejarahan tentu saja Cirebon itu lebih muda ketimbang Padjadjaran," terangnya.

Putra menyampaikan, pemerintah juga berencana di dalamnya akan dibuatkan museum. Semestinya, kata dia, tidak harus ada museum karena di sini merupakan tempat sakral yang dilengkapi adanya prasasti Batutulis. Sehingga tempat ini kategorinya masuk kedalam Kabuyutan.

"Kami masyarakat Bogor menolak desain tersebut dan meminta kepada pemerintah Bogor untuk melakukan desain ulang," tegasnya.

Permintaan desain ulang itu sudah Ia sampaikan dalam pertemuan dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor pada 21 Juni 2023.

"Tapi ternyata ketika kita hadir itu akan dijadikan museum, dan menurut kami itu sudah jauh dari korelasi. Bumi Ageung itu adalah sebuah Kabuyutan Kasundaan yang harus menjadi sarana kemajuan kebudayaan masyarakat khususnya di Bogor," tandasnya.

Di tempat yang sama, Humas Masyarakat Peduli Bumi Ageung Pakwan Bogor, Lutfi Sihudi mengatakan, adanya polemik pembangunan Bumi Ageung Batutulis ini karena tidak sesuai dengan jadidiri Sunda.

"Kita bukan menolak pembangunannya, tetapi kita menolak desainnya. Desain yang kami lihat tidak mencirikan jatidiri masyarakat Sunda," katanya.

Pihaknya mengaku, sudah bersurat kepada Walikota Bogor, DPRD Kota Bogor, dan Forkopimda tentang penolakan Bumi Ageung Batutulis ini. Dan kini tengah menunggu jawaban dari pihak terkait.

"Tim masyarakat peduli Batutulis tegas sekali sangat menolak pembangunan Batutulis yang tidak sesuai dengan marwahnya," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya