Berita

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto/Net

Politik

PWS: Elektabilitas Prabowo Kokoh 40,5 Persen, Disusul Ganjar 33,4 Persen

SENIN, 26 JUNI 2023 | 20:53 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kian kokoh sebagai figur potensial menang Pilpres 2024, versi survei terbaru Political Weather Station (PWS).

"Hasil survei PWS memperlihatkan bahwa nama Prabowo Subianto semakin kokoh di puncak elektabilitas," ujar Peneliti PWS Sharazani MA saat memaparkan hasil survei secara daring, Senin (26/6).

PWS dalam survei terbarunya, menyiapkan dua simulasi tertutup. Yakni, 10 nama potensial yang kemudian dikerucutkan pada tiga figur.


Pada simulasi 10 nama, elektabilitas Prabowo Subianto tercatat 32,8 persen, disusul Ganjar Pranowo (27,1 persen), Anies Baswedan (16,5 persen), Ridwan Kamil (4,7 persen).


Berikutnya, Erick Thohir (4,3 persen), Mahfud MD (4,1 persen), Sandiaga Uno (3,2 persen), Airlangga Hartarto (1,9 persen), dan Muhaimin Iskandar (1,5 persen), serta responden menjawab tidak tahu sebesar 1,4 persen.

"Selanjutnya, apabila Pilpres 2024 hanya diikuti oleh tiga capres saja, sebanyak 40,5 persen responden menyebut nama Prabowo," kata Sharazani dalam paparannya.

Di bawah Prabowo, lanjutnya, 33,4 persen responden memilih Ganjar dan 20,8 persen menjatuhkan pilihan pada Anies.

"Lalu responden yang masih belum punya pilihan sebanyak 5,3 persen," pungkasnya.

Survei PWS ini dilakukan dalam periode 10-18 Juni 2023 dengan total 1.200 responden yang terbagi di 34 provinsi RI. Sampel diambil dengan teknik pencuplikan secara acak bertingkat.

Sementara pengumpulan data dilakukan dengan wawancara melalui telepon. Adapun margin of error +/- 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya