Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Kurangi Emisi dan Penuhi Pangan Mandiri, Rumah Green Function Dikembangkan di DIY

SABTU, 24 JUNI 2023 | 14:09 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pengurangan emisi dalam kehidupan masyarakat terus digenjot. Salah satunya lewat konsep pembangunan rumah huni memanfaatkan ekosistem alam.

Tokoh muda dari Kasultanan Yogyakarta, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo, menyatakan mendukung konsep hunian yang disebut rumah green function.

Gusti Marrel, sapaan akrabnya, hadir pada launching Green Function Indonesia (GFI), di Desa Ngireng-ireng, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta, Jumat (23/6). Dia mengaku takjub dengan konsep yang ada.


Marrel mendapat penjelasan langsung dari Founder GFI yang juga warga Yogyakarta, Y Irwan Cahya Nugraha, atau kerap disapa Irvan Gosthong, terkait konsep green function yang diproyeksikan mendukung pengurangan emisi.

"Salah satu program Presiden Jokowi adalah penurunan emisi. Nah, kebutuhan energi satu rumah (dalam konsep green function) bisa menggunakan energi secara mandiri," kata Gusti Marrel, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/6).

Ia memandang, bentuk pemukiman yang diselaraskan dengan ekosistem pertanian, peternakan, dan irigasi, mampu menjaga ekosistem alam sekitar.

Di banyak negara seperti Amerika dan Eropa, model green arsitektur hanya berhenti pada tahapan green energy.

"Kalau di sini konsepnya berbeda, karena ada ikan, treatment air, tanaman. Di sini konsep green bisa memproduksi dan sumber pemasukan," urainya.

Founder GFI, Erwan Gosthong, lebih lanjut mengatakan, konsep hunian green function berbasis pada pengelolaan sumber air, yang dimanfaatkan untuk pertanian terpadu di dalam area rumah pribadi.

"Green function menggabungkan konsep pertanian modern dan konvensional yang mana mampu menghasilkan tanaman, dan hewan ternak, ikan, ayam dan sebagainya," katanya.

GFI, kata dia, sudah dirancang dan terbangun sejak 2016, di Desa Ireng-Ireng, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta. Pada dasarnya merupakan rumah pertanian terpadu dengan banyak sistem pertanian dan air sebagai bagian utama dalam membuat ekosistem alami.

"Kita melihat, potensi di pedesaan itu adalah sistem green function, artinya ekosistem alami dengan fungsi ekologi, ekonomi serta sosial budaya dapat dikembangkan menjadi salah satu terobosan pertanian organik," paparnya.

Dia mencontohkan lahan yang disediakan di setiap pemukiman green function, disediakan beberapa meter untuk budidaya perikanan dan peternakan.

"Kita di sini punya ukuran kolam ikan 9x9 m, juga ada 5x5 m, kemudian setting paralon dikonsep, ada kandang ayam di kanan kirinya. Melalui sistem bakterisasi fermentasi kita bisa panen patin 3,5 ton selama 8 bulan saja," jelasnya.

"Lalu ayamnya kita bisa hasilkan 500 telur. Dalam siklus itu kita bisa memadukan dalam 1 tahun ayam, ikan, dan tanaman dapat bersih Rp20-25 juta," demikian Erwan menambahkan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya