Berita

Joko Widodo bersama Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo dalam satu kegiatan bersama/Net

Politik

Hensat: Jokowi Endorse Ganjar dan Prabowo Karena Anies Kalahkan Ahok di Pilkada DKI

JUMAT, 23 JUNI 2023 | 21:45 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Cawe-cawe Presiden Joko Widodo sebagai langkah mengendalikan dua calon presiden (Capres), yakni Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan politisi PDI Perjuangan Ganjar Pranowo, adalah strategi membalas dendam kekalahan Pilkada 2017.

Pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio mengamati, cawe-cawe Jokowi sengaja dilakukan agar Pilpres 2024 berlangsung dua putaran, karena tidak ingin Anies memenangkan Pilpres 2024.

Menurutnya, ambisi Jokowi itu ditengarai pengalaman Pilkada 2017. Dimana, calon gubernur DKI Jakarta yang didukung Jokowi dan juga PDIP, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dikalahkan Anies Baswedan.


“Sebetulnya Jokowi cawe-cawe penasaran, karena jagoannya, Ahok, pernah kalah di DKI,” ujar Hendri Satrio dalam diskusi Narasi Institute bertajuk “Teka-teki Cawapres dan Perannya Membangun Ekonomi Baru”, digelar virtual, Jumat (23/6).

Meski sudah memegang Prabowo dan Ganjar, sosok yang kerap disapa Hensat itu menyayangkan cawe-cawe Jokowi juga dilakukan untuk menjegal Anies, agar tidak bisa maju sebagia Capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

“Sebenarnya Anies penting juga. Bagaimana dia (Jokowi) mau mengobati kekalahan dia, kalau Anies-nya enggak ada (di kontestasi Pilpres 2024),” tuturnya.

Lebih lanjut, dosen ilmu politik Universitas Paramadina itu berpendapat, cawe-cawe menjegal Anies justru akan merugikan Jokowi.

“Penasarannya dia itu enggak akan pernah hilang akhirnya,” demikian Hensat menambahkan.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya