Berita

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy/Net

Politik

Napak Tilas di Sekolah Bapak Proklamator, Muhadjir Dukung Pembangunan Galeri Sukarno

RABU, 21 JUNI 2023 | 11:52 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Napak tilas jejak Bung Karno dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di sekolah Sang proklamator di SDN Purwotengah, Kota Mojokerto, Jawa Timur.

Kedatangan Muhadjir disambut meriah oleh para siswa yang mengenakan pakaian ala Soekarno kecil dengan bawahan batik dan jas putih, lengkap dengan dasi kupu-kupu hitam.

Muhadjir mengelilingi sejumlah ruang kelas sekolah yang dulu pernah digunakan oleh Sang Proklamator. Dia melihat dengan seksama detail ruangan dan papan tulis yang masih terjaga hingga sekarang. Pada zaman Bung Karno kecil sekolah ini disebut sekolah Ongko Loro.


Muhadjir berdialog dengan para siswa. Ia menanyakan cita-cita para siswa seraya menyemangati serta mendoakan mereka untuk dapat meneladani kebesaran Bung Karno.

Berkaitan dengan rencana pembangunan Galeri Sukarno, Muhadjir sangat mendukung. Hal itu merupakan cita-cita yang mulia dan harus didukung karena dapat menjadi legacy bahwa di Mojokerto memiliki sejarah yang besar pada waktu Bung Karno masih kecil.

“Upaya rekonstruksi bangunan ini akan terangkai dengan jejak-jejak Bung Karno di tempat lain, seperti ketika Sukarno bersekolah di Surabaya hingga waktu berada di Bandung dan Blitar,” kata Muhadjir seperti dikutip redaksi, Rabu (21/6).

Pada saat bonus demografi 2045 terjadi, Indonesia memiliki sebanyak 70 persen masyarakat yang berusia produktif. Mereka akan bersaing dalam hal berkemampuan dari negara-negara lain di dunia.

Apabila gagal mempersiapkan diri untuk mengahadapi era persaingan tersebut, maka bangsa Indonesia dikhawatirkan akan berada dalam keterpurukan.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya