Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Hal tersebut diungkapkan Karner, setelah pasukan keamanan telah mencegah serangan teroris dalam suatu acara pada 17 Juni lalu.
Menurutnya, polisi membutuhkan kekuatan yang sesuai untuk mengakses layanan messenger untuk mencegah serangan teroris di negaranya, karena sejauh ini dinas intelijen negara tidak memiliki kapasitas yang memadai untuk memantau aplikasi seperti WhatsApp dan Telegram.
Populer
Senin, 27 Juli 2026 | 19:53
Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58
Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20
Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44
Senin, 27 Juli 2026 | 01:03
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02
Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18
UPDATE
Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05
Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46
Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22
Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38
Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31
Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14
Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09
Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50
Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40
Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17