Berita

Francis Xavier Suarez/Net

Dunia

Menantang Trump dan DeSantis, Walikota Miami Mencalonkan Diri sebagai Presiden AS dari Partai Republik

KAMIS, 15 JUNI 2023 | 07:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jajaran calon presiden dari Partai Republik semakin ramai dengan masuknya Francis Xavier Suarez, walikota Miami sebagai kandidat terbaru pada Rabu (14/6).

Suarez, 45 tahun, seorang Kuba Amerika, sedang dalam masa jabatan keduanya sebagai walikota. Ia menjadi kandidat ketiga dari Florida, bersama calon terdepan Donald Trump dan Gubernur Florida Ron DeSantis.

Selama Suarez menjabat sebagai walikota, Miami telah melihat masuknya lebih banyak perusahaan teknologi tradisional dan investor kaya.


Konstruksi yang berkembang pesat telah membantu menghidupkan kembali reputasi lama kota ini sebagai tujuan wisata internasional teratas.

Matthew Isbell, seorang konsultan pemilu di Florida, mengatakan bahwa keengganan walikota untuk terlibat dalam masalah perang budaya dapat merugikannya di pemilihan pendahuluan Partai Republik.

"Suarez tentang perubahan iklim tidak akan bermain dengan baik di putaran pertama. Ini mungkin berjalan dengan baik secara umum, tetapi jika Anda tidak bisa melewati putaran pertama, itu tidak masalah," kata Isbell, seperti dikutip dari CNBC.

"Dia harus menarik banyak kaum konservatif yang teguh yang tidak peduli bahwa kota Miami mendapat perkembangan baru," tambah Isbell.  

"Pemilih di Virginia Barat tidak peduli, pemilih di Indiana tidak peduli dan, sejujurnya, pemilih di Key West tidak peduli," ujarnya.

Suarez memiliki hubungan yang sulit dengan Trump dan DeSantis. Dia tidak mendukung Trump dalam upaya pemilihan ulang tahun 2020 dan mengkritik beberapa kebijakan era pandemi Covid dari DeSantis.

Suarez mengatakan bahwa dia berniat untuk tegas dalam perlombaan menjelang debat Partai Republik pertama pada bulan Agustus.  

Awal musim semi ini, dia bertemu dengan para donor utama Partai Republik, termasuk pemilik New England Patriots Robert Kraft, CEO Blackstone Stephen Schwarzman dan CEO BlackRock Larry Fink.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya