Berita

Politikus Partai Demokrat, Helmud Hector Simamora/RMOLJabar

Politik

Rencana Pertemuan AHY-Puan Jadi Ice Breaking Hubungan SBY-Megawati

SENIN, 12 JUNI 2023 | 17:31 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sudah jadi rahasia umum, selama ini ada "perang dingin" antara Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarno Putri dengan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dampaknya, hubungan Partai Demokrat dan PDI Perjuangan di panggung politik nasional tidak begitu harmonis.

Namun, menjelang Pilpres 2024, terjadi fenomena menarik. Di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDIP di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, pada Selasa lalu (6/6), Puan Maharani mengumumkan dari 10 kandidat calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Ganjar Pranowo, salah satunya Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pasca-Rakernas, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto melakukan pertemuan dengan Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, guna menindaklanjuti hasil Rakernas PDIP tersebut. Belum ada pernyataan resmi soal apa yang dibahas keduanya.


Menanggapi dinamika politik tanah air tersebut, menurut kader Partai Demokrat, Helmud Hector Simamora, rencana pertemuan AHY-Puan ini ibarat "Ice Breaking" di tengah kebekuan hubungan kedua partai.

"Jika terjadi, maka momen pertemuan tersebut bisa dikatakan sebagai embrio sejarah baru perpolitikan di Indonesia sejak Pemilu diberlakukan pascareformasi," kata Helmud di Bandung, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Senin (12/6).

Mantan Ketua GMNI Bandung itu memprediksi, pertemuan dua pemimpin muda (AHY dan Puan) akan dilanjutkan dengan pertemuan dua tokoh bangsa, SBY dan Megawati.

"Partai Demokrat dan PDIP kan sama-sama partai nasionalis, kedua partai ini memegang teguh nilai-nilai Pancasila secara konsisten dalam kehidupan politiknya. Dalam urusan strategis menyangkut bangsa dan negara keduanya memiliki kesamaan sikap, contohnya, soal penolakan perpanjangan masa jabatan presiden, Pemilu tepat waktu, dan lain-lain," ungkapnya.

Antara SBY maupun Megawati, disebutkan dia, sama-sama pernah menjadi orang nomor 1 di Negara Indonesia yang semasa kepemimpinan keduanya telah berbuat banyak untuk bangsa dan negara.

Oleh karenanya, lanjut dia, pertemuan ketua tokoh bangsa ini sangat dinanti-nantikan oleh para kader PDIP maupun Partai Demokrat.

"Dan ini semakin dekat di depan mata dengan adanya pertemuan dua pemimpin muda AHY-Puan," terangnya.

Menurut Helmud, pertemuan AHY-Puan tidak hanya sekadar membahas capres-cawapres semata. Tetapi lebih dari itu, termasuk mendiskusikan berbagai isu-isu kebangsaan dan masa depan rakyat Indonesia pasca-Pemilu serentak 2024 nanti.

Lebih lanjut, dia memprediksi, jika pertemuan SBY-Megawati berjalan lancar, seluruh rakyat akan dapat menghadapi pemilu nanti dengan riang gembira. Tanpa ada kekhawatiran soal politik aliran yang sempat membelah rakyat Indonesia.

"Pertemuan ini menurut saya kalau benar-benar terjadi, kelasnya akan seperti miniaturnya pertemuan Soekarno-John F Kennedy dalam situasi perang dingin," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya