Berita

Kedutaan Besar Islandia di Moskow, Rusia/Net

Global

Islandia akan Tutup Sementara Kantor Kedutaan di Moskow

SENIN, 12 JUNI 2023 | 11:43 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Islandia akan menangguhkan operasi kedutaannya di Moskow mulai 1 Agustus mendatang.

Hal tersebut diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Islandia Thordis Gylfadottir pada akhir pekan ini, di tengah hubungan yang tidak berlangsung baik antara kedua negara semenjak Rusia melakukan invasinya ke Ukraina.

“Saat ini, hubungan komersial, budaya, atau politik, dengan Rusia berada pada titik terendah sepanjang masa. Oleh karena itu, mempertahankan operasi kedutaan Islandia di Moskow tidak lagi dapat dibenarkan," kata Thordis Gylfadottir.


Dalam pengumuman tersebut, Menteri Gylfadottir telah memanggil duta besar Rusia untuk memberitahukan keputusan tersebut. Sebelumnya, Islandia juga telah membatasi operasi kedutaan Rusia di Islandia sesuai dengan Pasal 11 Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik, yang membuat Moskow geram.

Seperti dimuat Eurasia Review, Senin (12/6), Gylfadóttir mengakui bahwa keputusan tersebut bukanlah keputusan yang mudah, mengingat Islandia telah memiliki hubungan yang erat dengan Rusia sejak kemerdekaan negara tersebut pada tahun 1944.

Namun, situasi saat ini disebut tidak lagi memungkinkan bagi dinas luar negeri Islandia untuk menjalankan operasi kedutaan besarnya di Rusia.

"Saya berharap kondisi suatu hari nanti memungkinkan kita untuk memiliki hubungan yang normal dan bermanfaat dengan Rusia, tetapi itu tergantung pada keputusan yang diambil oleh Kremlin,” tambahnya.

Saat ini, Islandia memiliki 18 kedutaan bilateral di seluruh dunia berdasarkan prioritas pentingnya hubungan dengan berbagai negara.

Keputusan Islandia ini menunjukkan bahwa negara tersebut, sebagai salah satu anggota NATO, dengan tegas mengutuk agresi Rusia dan mendukung upaya internasional untuk mengecam tindakan tersebut.

Dalam tindakan terbarunya ini, negara itu berharap langkah tersebut dapat menjadi bagian dari tekanan internasional yang dapat mendorong perubahan dalam perilaku Rusia di masa depan, untuk mengakhiri agresinya di Ukraina.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya