Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Topan Biparjoy Mendekat, India dan Pakistan Larang Warga Dekati Pantai

SENIN, 12 JUNI 2023 | 07:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pihak berwenang di India dan Pakistan mengingatkan orang-orang agar menjauh dari pantai menjelang datangnya Topan Biparjoy yang kekuatannya diperkirakan beberapa kali lipat.

Dalam peringatan pada Minggu (11/6), Departemen Meteorologi India mencatat kondisi "fenomenal" di atas Laut Arab timur-tengah dengan kecepatan angin hingga 170 km per jam.

Komunitas nelayan di negara bagian barat Gujarat, Maharashtra, Goa, dan daerah pesisir lainnya, telah disarankan untuk menghentikan semua aktivitas selama lima hari.


Orang-orang di Pakistan juga didesak untuk menjauh dari garis pantai menjelang kedatangan Biparjoy yang berarti "bencana" atau "malapetaka" dalam bahasa Bengali.

Pusat Bencana Pasifik. mengatakan, lebih dari 1,8 juta orang di seluruh India dan Pakistan diperkirakan berada di jalur topan.

“Masyarakat harus waspada terhadap kondisi cuaca dan menghindari pergi ke pantai sedangkan nelayan harus menghindari berperahu di laut lepas,” kata Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional Pakistan, seperti dikutip dari AFP, Senin (12/6).

Media nasional Dawn News Pakistan melaporkan bahwa pihak berwenang di Karachi telah melarang masyarakat mengakses pantai, termasuk memancing, berlayar dan berenang di laut.

Namun, surat kabar itu mengatakan cukup banyak kerumunan yang terlihat di pantai Karachi meskipun ada larangan.

Departemen meteorologi India mengatakan kemungkinan besar badai akan bergerak ke utara sampai Rabu pagi ketika akan bergerak ke timur laut menuju Pakistan.

"Itu akan menghantam pantai antara negara bagian Gujarat dan Pakistan di India sebagai badai siklon yang sangat parah dengan hembusan angin hingga 150 km per jam," kata departemen itu dalam pembaruan Minggu.

Ketua Menteri Provinsi Sindh Pakistan mengatakan pihak berwenang siap untuk merelokasi delapan hingga sembilan ribu keluarga rentan jika diperlukan.

Biparjoy adalah topan terkuat di Laut Arab setelah topan Tauktae, menurut para peneliti.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya