Berita

Ted Kaczynski/Net

Dunia

Dijuluki "Unabomber" oleh FBI, Teroris Jenius Lulusan Harvard Tewas di Penjara

MINGGU, 11 JUNI 2023 | 18:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Terkenal sebagai penjahat jenius yang pernah berkuliah di Universitas Harvard, Ted Kaczynski ditemukan tewas di penjara tempat ia menjalani hukuman seumur hidup.

Hal itu diungkap oleh FBI dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu (10/6).

Kaczynski, yang dijuluki FBI sebagai "Unabomber" karena serangan bomnya yang sulit dilacak, menutup mata di usia ke 81 dan penyebab kematiannya masih belum diketahui.


"Dia ditemukan tidak responsif di selnya dan dinyatakan meninggal sekitar jam 8 pagi waktu setempat," ungkap FBI, seperti dimuat Al Jazeera.

Seorang penyendiri lulusan Universitas Harvard itu terlibat dalam aksi teror dengan mengirim 16 bom dari tahun 1978 hingga 1995.

Aksinya menargetkan akademisi, ilmuwan, dan pemilik toko komputer, dan bahkan mencoba meledakkan sebuah pesawat komersial dalam kampanye melawan apa yang dia yakini sebagai kejahatan teknologi modern.

Selama bertahun-tahun dia membuat polisi frustrasi tanpa petunjuk yang kuat tentang identitas si pembunuh.

Kaczynski pernah memaksa kantor berita The Washington Post dan The New York Times, untuk untuk menerbitkan manifesto 35.000 kata miliknya berjudul "Masyarakat Industri dan Masa Depannya" pada bulan September 1995.

Saudaranya, David Kaczynski mengenali nada teks tersebut dan memberi tahu FBI.

Pada 1996, polisi kemudian dapat melacak kabin Kaczynski di Montana di mana mereka menemukan jurnal, buku harian berkode, bahan untuk peledak, dan dua bom yang siap dikirim. .

Penangkapannya mengakhiri perburuan terpanjang dan termahal dalam sejarah AS.

Dia telah ditahan di penjara dengan keamanan maksimum di Colorado hingga tahun 2021 Kaczynski akhirnya dipindahkan ke fasilitas medis penjara di Carolina Utara.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya