Berita

Ketua DPC PKB Lampung Tengah, Ardito Wijaya/Ist

Nusantara

Ketua PKB Lamteng Bantah Tukar Guling Utang dengan Nomor Urut Bacaleg

SABTU, 10 JUNI 2023 | 02:56 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kabar tukar guling utang piutang dengan nomor urut salah satu Bakal Calon Legislatif, (Bacaleg) di Dapil V, dibantah Ketua DPC PKB Lampung Tengah, Ardito Wijaya.

Secara tidak langsung, Ardito hanya mengakui memiliki utang di beberapa tempat. Namun bukan itu alasan dirinya memberikan nomor urut 1 kepada bacaleg atas nama Prasetio.

"Saya memang memiliki utang di beberapa tempat, termasuk di bank, tapi bukan itu alasan saya memberikan nomor urut 1 kepada salah satu bacaleg," ujar Ardito menjawab konfirmasi Kantor Berita RMOLLampung, melalui pesan WhatsApp yang dikirim Rabu malam (7/6).


Ardito juga meminta maaf karena terlambat memberikan respon, atau jawaban atas klarifikasi terkait berita yang menyebut adanya dugaan pemberian nomor urut 1 kepada bacaleg di Dapil V atas nama Prasetio, terkait dirinya memiliki utang kepada orang tua Prasetio.

"Waduh maaf ya, saya baru baca. Terima kasih ya," balasnya.

Diberitakan sebelumnya, pemberian nomor urut 1 kepada bacaleg atas nama Prasetio di Dapil V, diduga Ardito tersangkut utang piutang dengan orang tua bacaleg yang diketahui pemilik usaha Bakso Tenes Club, (BTC) di wilayah Lamteng.

Dari informasi yang di terima dari narasumber yang meminta identitasnya tidak dipublis kepada Kantor Berita RMOLLampung menyebut bahwa Ketua DPC PKB yang juga sebagai Wabup Lamteng, Ardito tersangkut utang piutang dengan orang tua Prasetio.

"lnformasinya Mas Dito itu punya hutang dengan orang tua Prasetio, makanya wajar kalau Tio dapat nomor urut 1 itu, tukar gulinglah bahasanya," ujar sumber itu.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya