Berita

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat launching lagu “Jarji Jarbeh” di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan/RMOL

Politik

Megawati: Banyak Karya Seniman Perlu Dilindungi

RABU, 07 JUNI 2023 | 17:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Hak cipta dan kekayaan intelektual atas semua karya anak bangsa turut disorot Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Berkenaan dengan itu, Megawati mendorong agar hak cipta tersebut lebih dilindungi.

"Ini tolong disuarakan, diinformasikan, karena masih banyak para seniman kita begitu polos, dan bukan hanya seniman tapi rakyat yang telah membuat (karya), mempresentasikan hasilnya itu," ujar Megawati saat launching lagu “Jarji Jarbeh” di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (7/6).

"Karena polos, maka tidak tahu karena itu ada hak cipta dia. Maka seharusnya dengan hukumnya adalah HAKI, yaitu dipatenkan," imbuhnya.


Presiden kelima RI itu menyebut, Indonesia sudah punya undang-undang yang mengatur tentang hak cipta dan kekayaan intelektual untuk melindungi karya anak bangsa. Ini dibuktikan dengan kehadiran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Oleh karenanya, Megawati mengaku sudah berbicara dengan Presiden Joko Widodo agar mendorong rakyat memiliki kesadaran mematenkan karya mereka. Dia mewanti-wanti agar semua hasil karya anak bangsa benar-benar didaftarkan ke HAKI.

"Karena kalau ada orang mau membeli, meminjam, memakai itu, secara hukumnya yang punya hak itu, harus dapat royalti, gambar besarnya begitu," katanya.

Sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset Nasional (BRIN), Megawati menyebut tak jarang dirinya sering menerima pertanyaan apakah mereka memiliki hak materi dari karya yang diciptakan.

Dia berharap, hak cipta atau karya yang dihasilkan tak diperjualbelikan sembarangan, yang mengakibatkan kerugian.

"Banyak anak-anak muda kita, karena menciptakan sesuatu, tapi karena dia butuh untuk kehidupannya, tanpa mengerti bahwa ada yang melindungi, yang namanya HAKI ini, terus (hak paten itu) dijual kepada orang lain. Itu menurut saya sangat disayangkan," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya