Berita

Hidayat Nur Wahid/Net

Politik

Cawe-cawe Sistem Pemilu, PKS Kritik BPIP

SELASA, 06 JUNI 2023 | 08:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Karjono, yang menyebut sistem Pemilu proporsional tertutup tak akan membuat Indonesia bubar, dikritik Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid.

Hidayat meminta BPIP tak ikut cawe-cawe terkait sistem Pemilu. Menurutnya, pernyataan pimpinan lembaga yang dibina Megawati Soekarnoputri itu dapat membuat gaduh.

“Semestinya, di tahun politik seperti ini, BPIP justru berkontribusi maksimal, mengingatkan semua pihak agar Pancasila dengan semua silanya dilaksanakan dengan jujur dan serius, agar hasil Pemilu mencerminkan Pancasila dan UUD NRI 1945,” kata Hidayat, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/6).


Ketimbang cawe-cawe, kata Hidayat, BPIP sebaiknya fokus mengingatkan semua pihak, baik penyelenggara Pemilu, peserta Pemilu dan kandidat Capres/Cawapres, Caleg serta pemilih atau pemilik kedaulatan, yaitu rakyat, agar berkontribusi mensukseskan Pemilu yang benar-benar mengimplementasikan semua sila Pancasila.

“Termasuk mengingatkan para pejabat negara yang masih menjabat untuk tidak cawe-cawe, yang justru dapat menghadirkan ketidakadilan bagi pelaksanaan Pemilu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala BPIP, Karjono, menyebut sistem Pemilu apapun yang akan diterapkan, baik proporsional terbuka atau tertutup, tidak akan membuat negara Indonesia bubar. Ia meminta seluruh masyarakat menghormati putusan yang ditetapkan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Jadi, negara ini tidak akan bubar dengan sistem, apakah itu terbuka, tertutup, terbuka-terbatas dan lain-lain. Putusan MK ya kita hormati, kita junjung tinggi, kita laksanakan," tegasnya, Jumat (2/6).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya