Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Diduga Keracunan Bubur, 13 Warga Namibia Meninggal Dunia

KAMIS, 01 JUNI 2023 | 16:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peristiwa tragis dialami tiga belas orang di Namibia yang harus kehilangan nyawa setelah mengonsumsi makanan yang diduga beracun.

Africa News melaporkan, Rabu (31/5), selain korban tewas, ada empat lainnya saat ini dalam kondisi kritis dan dalam perawatan rumah sakit.

Peristiwa ini terjadi di desa Kayova, yang terletak di wilayah timur laut Kavango. Dikatakan bahwa mayoritas yang meninggal adalah anak-anak yang dilaporkan sangat membutuhkan makanan.


Kementerian Kesehatan Namibia mengungkapkan bahwa keluarga tersebut telah mengkonsumsi bubur yang dibuat dari tepung jewawut mutiara dan endapan fermentasi yang berasal dari minuman buatan sendiri.

Menanggapi insiden yang menghancurkan itu, kementerian dengan cepat mengirim tim profesional untuk memberikan dukungan psikologis dan konseling kepada keluarga yang sedang berduka.

Selain itu, pihak berwenang juga telah mengirim sampel bubur ke Afrika Selatan untuk diuji, bertujuan untuk menentukan adanya keracunan makanan.

Pihak berwenang secara aktif menyelidiki insiden tersebut, dan keluarga yang terkena dampak menerima bantuan komprehensif untuk mengatasi situasi yang memilukan ini.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya