Berita

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Dedi Kurnia Syah/Net

Politik

Dedi Kurnia Syah: Survei dan Poling Elektabilitas Tak Bisa Pastikan Hasil Pemilu

KAMIS, 01 JUNI 2023 | 15:32 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Hasil survei dan poling elektabilitas calon presiden meningkat atau menurun tidak bisa dijadikan rujukan yang akan menentukan di Pilpres 2024 mendatang.

Analisa itu disampaikan pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Dedi Kurnia Syah menyoal hasil survei calon presiden yang cenderung meningkat dan menurun sebagai rujukan dalam Pemilu 2024.

“Survei dan poling elektabilitas memang tidak berdurasi lama, ia hanya menjelaskan saat survei itu dilakukan, sehingga tidak dapat dijadikan rujukan bahwa pemilu akan sama dengan hasil survei,” kata Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (1/6).


Dedi mengurai pada saat kontestasi Pilgub DKI Jakarta ketika Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bertarung, survei alami perubahan besar dengan hasil, Basuki termasuk tokoh kuat dan potensial terpilih, tetapi saat menjelang pemilihan secara drastis Anies mulai unggul.

“Meski demikian, tidak semua survei hasilkan Anies sebagai kandidat yang kalah jika dibandingkan dengan tokoh potensial lainnya,” ujarnya.

Dalam lembaga survei yang dinaunginya, Indonesia Political Opinion, Dedi mengatakan dalam temuan survei dalam tempo waktu tertentu bisa berubah, namun saat ini dalam surveinya nama Anies Baswedan meningkat dibandingkan tokoh lain.

“IPO termasuk yang lebih sering menemukan kondisi berbeda, Anies lebih sering unggul, justru Ganjar yang sering kali berada di urutan ketiga,” tutupnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya