Berita

Windy Idol ternyata ikut menerima uang dari tersangka Hasbi Hasan/RMOL

Hukum

Sempat Bantah, Windy Idol Ternyata Terima Uang dari Sekretaris MA Hasbi Hasan

SELASA, 30 MEI 2023 | 08:50 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sempat membantah terlibat dalam perkara dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA), penyanyi Windy Yunita Bastari Usman alias Windy Idol ternyata diduga menerima sejumlah uang dari Sekretaris MA, Hasbi Hasan.

Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri mengatakan, tim penyidik telah memeriksa Windy Idol sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Senin (29/5).

"Saksi Windy Y didalami terkait penjelasan dan pengetahuan saksi atas dugaan penerimaan sejumlah uang dari pihak yang terkait perkara ini," ujar Ali kepada wartawan, Selasa pagi (30/5).


Pihak terkait dengan perkara yang dimaksud adalah Hasbi Hasan yang memberikan sejumlah uang kepada Windy Idol.

"Saksi ini juga dikonfirmasi terkait dugaan adanya aset-aset yang dikelola saksi," pungkas Ali.

Sebelumnya, Windy Idol membantah terlibat kasus suap di MA ini usai menjalani pemeriksaan selama 6 jam di Gedung Merah Putih KPK.

"Perkara itu, tentang yang kasus MA itu, yang pasti tanya saja ke KPK langsung. Yang pasti saya sama sekali sedikitpun, satu persen, enggak ada terkait sama kasus ini," ujar Windy kepada wartawan, Senin sore (29/5).

Windy pun membantah bahwa dirinya disebut sebagai penghubung dalam perkara dugaan suap pengurusan perkara di MA.

"Mohon tanya ke penyidik saja, yang pasti 100 persen saya tidak ada ikut campur dalam kasus ini. Saya kan dibilang sebagai penghubung lah apa, mohon tolong jangan zalim sama saya. Saya punya keluarga, saya mohon pikirin perasaan saya lah, saya punya keluarga gitu aja sih," tutur Windy.

Windy pun turut merespons soal dirinya dicegah agar tidak bepergian ke luar negeri oleh KPK sejak Kamis (12/1) hingga Rabu (12/7).

"Iya saya juga enggak ngerti kenapa dicekal. Saya memang ada rencana ke luar negeri pada saat itu, dan itu pada saat hari saya harus jadi saksi. Terus karena saya harus ke luar negeri, jadi saya izin kan enggak bisa sebagai saksi. Mungkin agar saya bisa kooperatif dengan KPK, dan karena memang ini kan kasus yang besar gitu, kan saya dibutuhkan untuk menjadi saksi, jadi saya dicekal deh," pungkas Windy.

Dalam perkara suap di MA, KPK sudah menetapkan Hasbi Hasan dan Dadan Tri Yudianto sebagai tersangka baru. Keduanya telah diperiksa perdana sebagai tersangka pada Rabu (24/5). Namun, baik Hasbi maupun Dadan belum dilakukan upaya paksa penahanan oleh KPK.

KPK hanya mencegah Hasbi agar tidak bepergian ke luar negeri selama 6 bulan sejak Selasa (9/5). Sedangkan untuk tersangka Dadan telah dicegah sejak 12 Januari 2023.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya