Berita

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an/RMOL

Politik

Pasangan Prabowo-Ganjar Sulit Terbentuk, Memungkinkan Jika Elektabilitas Anies Menguat

SABTU, 27 MEI 2023 | 05:28 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Munculnya wacana pasangan Prabowo Subianto dengan didampingi Ganjar Pranowo untuk pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang hanya mungkin terealisasi saat elektabilitas Anies Baswedan sebagai kandidat calon presiden menguat.

Demikian analisa Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rifán kepada Kantor Berita Politik RMOL merespons wacana pasangan Prabowo-Ganjar Pranowo, Jumat malam (25/5).

Menurut Ali Rif'an, paket pasangan Prabowo Subianto dengan Ganjar Pranowo akan susah terbentuk. Sebab, Ganjar merupakan capres PDIP, partai paling kuat di Indonesia sedangkan Prabowo berkali-kali gagal memenangkan kontestasi Pilpres.


"PDIP rugi kalau jadi cawapres, apa urgensinya, tidak ada kegentingan, kalau Anies menguat (elektabilitasnya) baru ada kegentingan. Sebab dua-duanya all Jokowi men,"demikian kata Ali Rif'an.

Ia melihat justru elektabilitas Anies Baswedan saat ini masih stagnan. Apalagi, belakangan muncul masalah dugaan rasuah yang menimpa Sekjen Partai Nasdem Johnnye G Plate. Dengan demikian, koalisi perubahan yang terdiri dari PKS, Nasdem dan Partai Demokrat rentan pecah.

Ia melihat, pertarungan capres justru bergeser ke pertarungan calon wakil presiden. Apalagi, masing-masing capres yang dominan seperti Anies, Ganjar dan Prabowo belum ada satupun yang menentukan pendampingnya.

Mantan Manajer Riset Poltracking ini mengingatkan kepada tiga kandidat itu untuk berhati-hati dalam memilih cawapres.

"Cawapres menentukan kemenangan. Para capres harus berhati-hati pilih cawapres, kalau salah pilih bisa lewat (kalah), mereka para capres sesungguhnya sedang saling intip,"pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya