Berita

Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto/Net

Politik

LSI Denny JA: Elektabilitas Prabowo Naik saat Ganjar Merosot untuk Kali Pertama

JUMAT, 19 MEI 2023 | 23:23 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Untuk kali pertama, Ganjar Pranowo mengalami penurunan tren elektabilitas. Nasib ini, berbanding terbalik dengan kompetitornya, Prabowo Subianto yang tren elektabilitasnya tumbuh positif.

Begitu dipaparkan Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby dalam survei bertema "Capres Pertama yang Lolos Putaran Kedua dan Empat Isu Lainnya", Jumat (19/5).

Dalam setahun terakhir, dipaparkan Adjie, LSI Denny JA mencatatkan dukungan untuk Ganjar relatif tidak stabil. Pada Mei 2022, dukungan kepada Ganjar sebesar 27,9 persen yang kemudian melonjak menjadi 31,8 persen pada September 2022.


"Angka tersebut kembali naik pada Januari 2023 dengan 37,8 persen, namun hanya berselang empat bulan, suara untuk Ganjar anjlok menjadi 31,9 persen pada Mei 2023," ujar Adjie.

Situasi berbeda, kata Adjie, dukungan untuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai kompetitor Ganajr dalam berbagai survei, justru melejit.

"Dukungan Prabowo dengan perolehan suara melebihi Ganjar untuk saat ini yaitu 33,9 persen dari Mei 2022 yang hanya tercatat 27,9 persen," terangnya.

Tren penurunan elektabilitas, dipaparkan Adjie, setelah beberapa waktu belakangan muncul persepsi bahwa Ganjar bukan tipe pemimpin yang kuat. Menurutnya, status Ganjar yang dideklarasikan sebagai petugas partai justru melemahkan persepsi personal Ganjar.

"Bahkan ada yang mempersepsikan Pak Ganjar sebagai boneka, ini yang kemudian melemahkan persepsi personality dari Pak Ganjar oleh publik. Dia dianggap yang tidak kuat mengambil keputusan sendiri," jelasnya.

Lanjutnya, persepsi tersebut berbanding terbalik dengan penilaian masyarakat terhadap Prabowo. Berbeda dari Ganjar, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut dipandang sosok yang kuat sekaligus terbukti mampu mengemban jabatannya sebagai Menteri Pertahanan.

Survei ini dilakukan LSI Denny JA pada 3 sampai 14 Mei 2023. Jumlah sampel yang diambil ada 1.200 responden melalui metodologi multistage random sampling.

Adapun tingkat kesalahan atau margin of error survei ini sekitar 2,9 persen.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya