Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Reformasi Tak Sesuai Harapan, Eksponen Aktivis 98: Republik Menggeliat di Ambang Perpecahan dan Konflik

KAMIS, 18 MEI 2023 | 21:28 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Reformasi 1998 yang mengakhiri era Orde Baru, nyatanya tidak berjalan sesuai harapan dalam usianya yang ke 25 tahun.

Alih-alih menjawab harapan publik yang gerah dengan era Orde Baru, kata pegiat eksponen aktivis 98 Yusuf Blegur, era Reormasi justru berjalan pada arah sebaliknya.

"Perubahan yang terjadi justru bertolak-belakang dengan  perbaikan kehidupan rakyat, negara dan bangsa. Reformasi dengan eskalatif terus mewujudkan kebebasan yang kebablasan secara ekspresi dan kehidupan demokratisasi," ujar Ysuf Blegur dalam keterangan tertulis, Kamis (18/5).


Yusuf mengatakan, era Reformasi saat ini ayng dipimpin Presiden Joko Widodo, bahkan lebih buruh dari era Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.

"Kini, KKN tumbuh subur dan mewabah di semua sektor kehidupan. Aspek politik, ekonomi, hukum dan budaya telah menjadi alat kekuasaan yang membuat bangsa Indonesia menjadi materialistik," katanya.

"Bersama utang, negara terancam dalam kebangkrutan. Serbuan TKA semakin memuncaki pengangguran lokal. Kemiskinan rakyat menganga, sementara penguasa terus berbangga dengan jabatan dan harta," sambungnya.

Kondisi semacam itu, menurutnya, justru perlahan tapi pasti mengantarkan Indonesia pada kehancuran. Satu kekhawatiran yang tidak pernah diharapkan ketika Reformasi 1998 digerakkan.

"Republik menggeliat diambang perpecahan dan konflik sesama anak bangsa. Pancasila, UUD 1945 dan NKRI secara perlahan namun pasti, tinggal menjadi angan-angan," tandasnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Jokowi Sumber Masalah Bangsa

Minggu, 08 November 2026 | 08:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya