Berita

Imam Masjid Istiqlal, KH Nazaruddin Umar/Net

Politik

Hadapi Pilpres 2024, PPP Usulkan Ganjar Dipasangkan dengan KH Nasaruddin Umar

SELASA, 16 MEI 2023 | 17:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Usulan memajukan Imam Masjid Istiqlal, KH Nazaruddin Umar, sebagai calon wakil presiden (cawapres) yang diduetkan dengan Ganjar Panowo selaku calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan, disampaikan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP, Arsul Sani menjelaskan, pihaknya memang menawarkan figur dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendampingi Ganjar di kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Menurutnya, dari sejumlah nama figur NU yang mencuat ke publik, selain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD, Nazaruddin menjadi satu nama yang dipertimbangkan.


“Pak Nazaruddin Umar itu tokoh yang juga kita kenal kesantunannya, yang luar biasa, dan beliau juga mewakili katakanlah non Jawa juga kan, karena berasal dari Sulsel (Sulawesi Selatan),” ujar Arsul saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (16/5).

Selain Nazaruddin dan Mahfud MD, PPP juga melirik Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

“Kalau memang sosok-sosok di antara itu yang di-pick (pilih) jadi cawapres Ganjar ya enggak masalah juga,” tuturnya.

Maka dari itu, Arsul memastikan PPP akan sepakat dengan PDIP jika sosok yang akan mendampingi Ganjar di Pilpres 2024 adalah dari kalangan NU.


“Kalau dari NU ya menurut saya sejauh ini tidak ada alasan untuk menolaknya atau untuk resistance,” demikian Arsul menambahkan. 

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Polri Didorong Selidiki PKS yang Membeli TBS di Bawah Harga Resmi

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:23

Kapolri Ngaku Belum Baca Rinci UU Polri yang Baru Disahkan

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:17

Pemerintah Ungkap Alasan Kenaikan Batas Usia Pensiun Anggota Polri

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:14

Rel Pertama, Palang Terakhir

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:09

KPK Temukan Indikasi TPPU dalam Kasus Silmy Karim

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:02

Paripurna DPR Sahkan RUU Polri jadi UU

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41

Dewan Kesejahteraan Buruh Batal Dibentuk, Ini Penjelasan Mensesneg

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:37

Ada Tiga Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24

Pertanyakan Laporan Keuangan Danantara, FPHI Bersurat ke Presiden Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:17

Emas Antam Merosot Rp10.000, Turun ke Level Rp2,73 Juta per Gram

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:58

Selengkapnya