Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

India Pertimbangkan untuk Menguji Sirup Obat Batuk Sebelum Diekspor

SELASA, 16 MEI 2023 | 16:56 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Setelah kasus obat sirup India menyebabkan puluhan anak meninggal dunia di Gambia dan Uzbekistan, kini  negara itu tengah mempertimbangkan pengujian obat di laboratorium sebelum mereka mengekspor produknya.

Tindakan itu diusulkan oleh Organisasi Pengawasan Standar Obat Pusat (CDSCO) India yang telah mengirimkan proposalnya kepada Kementerian Kesehatan pada Mei ini.

Berdasarkan laporan dari outlet media News18.com,  Selasa (16/5), kementerian India saat ini sedang mempertimbangkan usulan pengujian tersebut.


“Proposalnya adalah menguji barang jadi di seluruh laboratorium yang dimiliki pemerintah sebelum kami mengekspornya,” kata pejabat yang berbicara secara anonim.

Selain itu, CDSCO juga mengusulkan agar Kemenkes mewajibkan para eksportir untuk menerima sertifikat analisis dari laboratorium yang disetujui lebih dulu sebelum mereka dapat mengekspornya.

Tahun lalu, sektor farmasi India telah menerima pukulan berat, setelah sirup obat batuk negaranya dikaitkan dengan kematian 70 anak di Gambia dan 19 di Uzbekistan, karena diduga mengandung racun mematikan etilen glikol (EG) dan dietilena glikol (DEG), yang biasa digunakan untuk minyak rem mobil.

Untuk itu, dalam menghindari terjadinya kasus serupa, regulator obat di India terus berupaya untuk memperketat produksi obat di negaranya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya