Berita

Ganjar Pranowo meminta pendukungnya untuk tidak bicara isu SARA/RMOL

Politik

Ganjar Minta Pendukungnya Tidak Bicara Soal SARA

MINGGU, 14 MEI 2023 | 00:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Para pendukung Ganjar Pranowo diminta untuk menghindari isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) pada Pemilu 2024. Pasalnya, keterbelahan pada Pemilu 2019 memberikan dampak serius pada harmonisasi bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan bakal calon presiden yang diusung PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, dalam pidatonya di acara Halal Bihalal Relawan Jokowi bersama Ganjar Pranowo di Hall Basket Senayan, Jakarta, pada Sabtu malam (13/5).

“Saya titip betul-betul, bangsa ini pernah terjadi pembelahan karena perbedaan pilihan. Bangsa ini pernah terjadi situasi yang tidak nyaman, karena kita terlalu banyak membicarakan apa sukumu, apa agamamu, apa golonganmu,” tegas Ganjar.


Atas dasar itu, kata Ganjar, pada Pemilu 2024 nanti para pendukungnya diminta untuk tidak memainkan isu yang menyangkut SARA hanya karena perbedaan pilihan politik.

“Buang jauh-jauh itu, saya minta kepada kawan-kawan semua,” pungkasnya.

Selain diusung PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo pun mendapat dukungan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Meskipun, PPP masih tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Partai Golkar dan PAN.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya