Berita

Mardani Ali Sera/Net

Politik

Negara Jangan Intervensi Pilpres 2024, PKS: Jokowi Harusnya Paham Etika!

SENIN, 08 MEI 2023 | 13:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sependapat dengan bakal Capres Anies Baswedan, yang meminta negara tidak mengintervensi Pemilu 2024.

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlalu ikut campur urusan Pilpres 2024, antara lain dengan mengumpulkan para ketua umum Parpol pendukung pemerintah di Istana Negara.

“Secara hukum tidak ada yang dilanggar, tapi secara etika beliau mesti paham sosok pribadi Jokowi dan presiden!” tegas Mardani kepada wartawan, di Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/5).


Menurut dia, jika yang dilakukan Jokowi memang membahas negara, sudah seharusnya melibatkan semua Ketum Parpol tanpa pandang bulu.

“Nanti kalau mau bahas yang khusus di tempat lain saja, jangan di Istana Negara,” kata Mardani.

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS itu juga menyarankan Jokowi agar membiarkan Parpol menentukan nasibnya sendiri dalam menyambut kontestasi demokrasi lima tahunan.

“Gak usah punya ide besar mengumpulkan koalisi besar, biarkan berkembang sendiri, kan kalau koalisi besar nanti Paslon cuma dua, dan itu sangat bisa ditafsirkan bahwa negara intervensi, presiden dalam hal ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, meminta negara tidak mengintervensi dalam penentuan presiden 2024.

Di hadapan relawan, Anies menyebut, adanya intervensi negara terhadap pesta demokrasi merupakan wujud pelecehan terhadap rakyat.

"Kami mengajukan diri dengan menyatakan, ini gagasan kami, ini rekam jejak kami, ini karya kami, dan biarkan rakyat tanpa dipengaruhi, tanpa ada tangan negara yang terlibat, negara netral, negara mengambil sikap di atas semuanya dan percayakan rakyat, bahwa rakyat akan menitipkan kewenangan itu pada mereka yang memiliki rekam jejak yang benar," kata Anies Baswedan, saat berpidato di Tennis Indoor, Senayan, Minggu (7/5).

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya