Berita

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil/RMOLJabar

Politik

Elektabilitas Tertinggi sebagai Cawapres, Ridwan Kamil Berpeluang Dongkrak Suara di Jawa Timur

SENIN, 08 MEI 2023 | 05:21 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Meski sudah mengerucut, tiga nama calon presiden (capres) yang memiliki elektabilitas tinggi untuk bertarung dalam pemilihan presiden 2024 belum ada yang dominan. Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan memiliki peluang yang sama. Untuk itu, posisi calon wakil presiden (cawapres) sangat menentukan.

Sejauh ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi figur cawapres yang memiliki elektabilitas paling tinggi.

Dalam rilis hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia (IPI), elektabilitas Gubernur Jawa Barat itu berada di atas angka 20 persen. Sementara Lembaga Survei Indonesia (LSI) mendapati elektabilitas RK sebagai cawapres menyentuh 19,5 persen. Angka itu membuat RK lebih unggul dari kandidat cawapres lainnya.


Menurut pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga, Suko Widodo, Ridwan Kamil (RK) memang memiliki potensi. Suko menilai RK punya kemampuan komunikasi politik yang baik.

”Kapasitas komunikasi politik itu jarang dimiliki kandidat lain,” kata Suko diwartakan Kantor Berita RMOLJatim, Minggu (7/5).

Selain itu, dia menyebut RK memiliki beberapa kelebihan lain. Pertama, mantan Walikota Bandung itu punya pengaruh kuat di Jawa Barat dan Jakarta. Kedua, RK sangat populer di media sosial, sehingga berpengaruh besar terhadap netizen. Ketiga, RK termasuk gubernur yang berhasil dalam tugas.

Khusus di Jawa Timur, meski belum memiliki basis massa yang besar, Suko menilai RK masih punya peluang untuk masuk dan mendongkrak suara dari beberapa sub kultur. Baik Mataraman, Arek, Pendalungan, Madura, maupun Osing. Salah satu yang dibutuhkan adalah intensitas bersentuhan dengan masyarakat Jawa Timur.

”Jika ingin mendongkrak maka bisa mengambil mesin Golkar yang jumlahnya relatif besar dan kalangan netizen,” beber dia.

Suko menambahkan, bila merujuk survei terbaru IPI dan LSI, peluang RK mendongkrak suara bila pemilu dilaksanakan saat ini memang besar.

”Jika pemilunya hari ini, peluang RK paling besar. Namun, pemilu masih sekitar sembilan setengah bulan lagi,” bebernya.

Untuk itu, setiap kandidat masih punya peluang meningkatkan elektabilitas. Termasuk RK yang kini elektabilitasnya sebagai cawapres berada di posisi teratas.

Dari tiga nama capres dengan elektabilitas tertinggi sejauh ini, Suko menyebutkan bahwa RK paling realistis berpasangan dengan Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto.

”Karena Ganjar pengaruhnya besar di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Jawa Timur. Sementara Prabowo punya pengaruh merata meski basis kekuatannya terpencar-pencar. Jika dengan Anies, relatif sama irisannya,” terang dia.

Sesuai dengan hasil survei beberapa lembaga survei, Ganjar, Anies, dan Prabowo masih relatif sama kuat. Di antara mereka belum ada yang lebih dominan satu sama lain.

”Karena itu, posisi calon wakil presiden sangat menentukan. Artinya, posisi kandidat presiden baik Anies, Ganjar, maupun Prabowo memiliki peluang sama. Maka itu tergantung siapa kandidat wakil presidennya. Cawapres menentukan,” demikian Suko.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya