Berita

Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat bertemu dengan Presiden PKS di kantor DPP Golkar bulan April tahun 2021 silam/RMOL

Politik

Pilpres 2024 Pertarungan Cawapres, Golkar Disarankan Bentuk Poros Baru Bersama PKS

JUMAT, 05 MEI 2023 | 05:55 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dinamika politik mutakhir, pertarungan sesungguhnya adalah antar calon wakil presiden. Sebab, politik pertarungan calon presiden sudah selesai di tiga nama, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Demikian analisa Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif'an kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (5/5).

Menurut Ali Rif'an, perbincangan cawapres lebih menarik karena konfigurasi koalisi sudah mulai mengerucut ke tiga poros koalisi, PDIP, Gerindra dan Nasdem.


Pendapat Ali Rif'an, para capres dan poros koalisinya sedang mencari cawapres yang dapat memberikan insentif logistik dan juga basis.

"Poros koalisi cari cawapres yang punya komplementer atau pelengkap," demikian kata Ali.

Di sisi lain, menurut mantan mantan Manajer Riset Poltracking ini, memilih kader NU sebagai cawapres juga memungkinkan untuk mendapatkan efek ekor jas. Argumentasinya, jika kader NU menjadi cawapres akan memberikan insentif basis karena jauh lebih mengakar.

Alasan mengapa para kekuatan poros koalisi berebut cawapres, karena dalam pertarungan Pilpres semua poros akan berkutat pada kekuatan figur yang lebih kuat pada masyarakat.

"Semua partai berlomba mencangkokkan figur cawapres demi mengajar efek ekor jas. Meski Prabowo ketemu Airlangga, Cak Imin enggak mungkin mau mengalah. Airlangga ketemu Demokrat AHY  juga tidak akan mau mengalah. Memang kondisi realitanya begitu," jelas Ali Rif'an.

Untuk menjawab kebuntuan dinamika cawapres, Mahasiswa doktor ilmu politik Universitas Indonesia ini menyarankan sebaiknya Golkar membangun poros baru bersama PKS. Artinya, Golkar tetap bisa mencalonkan Airlangga sebagai capres dengan wakilnya dari kader PKS.

Dengan demikian, Ali melihat, masyarakat akan semakin banyak tawaran calon pemimpin nasional untuk lima tahun mendatang.

"Terbentuk 4 poros malah menarik, menyehatkan demokrasi kita. Karena menunya semakin banyak. Tinggal memang, antara Nasdem Demokrat bisa menarik PAN," pungkas Ali Rif'an.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya