Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus) Gde Siriana Yusuf/Net

Politik

Ambang Batas Pencalonan Presiden Bikin Politik Jadi Milik Elite Semata

SELASA, 02 MEI 2023 | 23:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Aturan ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden atau presidential threshold, dinilai sebagai satu ketetapan yang menciderai demokrasi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus) Gde Siriana Yusuf, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (2/5).

"Aturan ini bukti bahwa politik milik elite semata bukan milik bersama," ujar Gde Siriana.


Ia menjelaskan, aturan main pencalonan presiden yang diberlakukan kembali pada Pilpres 2024, adalah bukti demokrasi tidak berjalan sesuai kehendak rakyat.

"Threshold telah menyebabkan parpol lebih sibuk berkoalisi daripada mengelaborasi kadernya sebagai capres/cawapres," tuturnya.

Menurut Gde Siriana, UUD 1945 mengamanatkan kepada parpol melakukan rekrutmen capres/cawapres, bukan justru memilih secara instan.

"Tapi kini, parpol lebih suka ikut dalam gerbong capres yang punya probabilitas menang dan siapa yang mau kasih mahar threshold tertinggi," keluhnya.

"Ini mengkonfirmasi bahwa Parpol gagal membangun kaderisasi calon-calon pimpinan nasional," demikian Gde Siriana menambahkan.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya