Berita

grafik hasil suvei/Ist

Politik

Prabowo Mulai Berhasil Ambil Hati Sebagian Pendukung Jokowi

MINGGU, 30 APRIL 2023 | 17:19 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dianggap berhasil mengambil hati sebagian pendukung Presiden Joko Widodo pada satu bulan terakhir.

Fakta itu tergambar dari hasil survei nasional yang dilakukan Indikator Politik Indonesia, dengan judul "Korelasi antara Approval Rating Presiden dan Dukungan atas Capres dan Partai Politik Jelang 2024", yang dipaparkan secara virtual, Minggu (30/4).

Peneliti utama Indikator, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, beberapa bulan sebelumnya, tingkat kepuasan kinerja Presiden Joko Widodo berkorelasi dengan tingkat elektabilitas Ganjar Pranowo.


"Ketika turun approval rating Presiden Jokowi, elektabilitas Ganjar juga turun. Ketika approval rating Presiden Jokowi naik, elektabilitas Ganjar juga naik. Kecuali survei yang terakhir, approval Pak Jokowi naik, elektabilitas Ganjar justru turun," kata Burhanuddin, seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (30/4).

Dia menduga, elektabilitas Ganjar turun karena pernyataan Ganjar dan PDI Perjuangan soal Piala Dunia U-20, yang membuat Indonesia batal jadi tuan rumah.

"Posisi Anies dengan approval Pak Jokowi itu awalnya berkorelasi positif. Tetapi belakangan, karena positioning Anies dianggap sebagai Capres antitesa, polanya mulai kebalik," tambahnya.

Namun, sambungnya, dari keseluruhan waktu, korelasi elektabilitas Prabowo dengan approval rating Presiden Jokowi selalu negatif. Dan hal itu terbalik pada April 2023 ini.

Approval rating Jokowi pada Maret 2023 sebesar 73,1 persen, meningkat jadi 78,5 persen pada April 2023. Hal itu berkorelasi dengan elektabilitas Prabowo, di mana pada Maret 2023 sebesar 27 persen, meningkat jadi 31,7 persen pada April 2023.

Sedangkan korelasi approval rating Jokowi dengan Ganjar negatif. Mengingat elektabilitas Ganjar turun, dari 36,8 persen pada Maret 2023 jadi 34 persen pada April 2023. Itu juga terjadi pada Anies, pada Maret 2023 di angka 26,8 persen, turun jadi 25,2 persen pada April 2023.

"Nah, justru elektabilitas Pak Prabowo secara umum, dari overtime, pola korelasinya negatif dengan approval rating Jokowi. Baru belakangan Prabowo berhasil mengambil hati sebagian pendukung Pak Jokowi," jelas Burhanuddin.

Sehingga, kata Burhanuddin, posisi tawar elektoral Prabowo mengalami peningkatan, karena berhasil mendapatkan dua dukungan.

"Satu dari sebagian pendukung Pak Jokowi, yang kedua adalah dari basis lama yang kritis terhadap presiden Jokowi. Apa buktinya? Ini data over time kami overall negatif. Baru di beberapa survei terakhir," pungkas Burhanuddin.

Survei yang dilakukan pada 11-17 April 2023 itu menggunakan metode multistage random sampling, melibatkan 1.220 responden. Tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Gandeng Boulevard Coffee, Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Transaksi Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:23

15 Tahun Mengaspal, 70 Mitra Driver Dapat Hadiah Umrah dari Gojek

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:11

AADI Laporkan Pengalihan Saham Hasil Buyback Lewat Bursa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:12

Kebakaran di Belakang RS PIK, Asap Tebal Membubung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:11

Peradi Profesional Jakarta Dilantik, Harris Arthur: Integritas Adalah Marwah Advokat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:02

Purbaya Girang, Danantara Setor Dividen Rp120 Triliun ke Kas Negara

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:56

Chevron Siap Perluas Proyek Minyak di Venezuela

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:39

Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:26

Amandemen UUD 1945 Didahului Pemufakatan Jahat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:12

Aktivis Senior Ingatkan Sudah Saatnya Kembali ke UUD 1945 Asli

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:39

Selengkapnya