Berita

Tody Ardiansyah Prabu/Net

Publika

Cipayung Plus, Pencetak Pemimpin-pemimpin Hebat

OLEH: TODY ARDIANSYAH PRABU*
SABTU, 29 APRIL 2023 | 15:05 WIB

MUNCULNYA dua kandidat kuat presiden Indonesia, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, adalah bagian dari keberhasilan kaderisasi organisasi mahasiswa ekstra kampus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Sudah menjadi keniscayaan bagi kader pergerakan, aktivis organisasi Cipayung Plus bahwa niat berbakti atau berkhidmat untuk rakyat merupakan panggilan jiwanya. Mereka yang diasah, diasuh, melewati penggemblengan yang panjang untuk menjadi pemimpin publik, membuahkan hasil.

Organisasi ekstra kampus seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Yang tentu telah melahirkan banyak pemikir, penggerak, dan pemimpin bangsa. Baik HMI, GMNI, hingga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang lahir 17 April 1960, punya kontribusi besar untuk Indonesia.


Terbukti pengabdian para alumni dari tiga organisasi kemahasiswaan ini tumbuh kembang di penjuru Nusantara, bahkan dunia. Di hampir semua dimensi, mereka ada, tumbuh, mewarnai roda pembangunan

Dalam kerangka keterbukaan politik dan demokratisasi, HMI dan GMNI perlu untuk melakukan revitalisasi perkaderan organisasi. Hal ini sangat terkait dengan suatu upaya yang diarahkan untuk memfungsikan secara efektif organisasi sebagai training ground atau wahana untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas para kadernya. Sehingga, mampu memahami persoalanpersoalan masyarakat dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Mengenai hal ini, HMI harus kembali membenahi internalnya baik dalam kerangka kaderisasi maupun penataan organisasi. Melalui kaderisasi maka diharapkan para kader HMI memiliki kemampuan untuk mengurai kontradiksi-kontradiksi yang berkembang di masyarakat dan berdialektika dengan kekuasaan dalam kerangka memperjuangkan kepentingan umat.

Jika para kader HMI dapat meningkatkan pemahamannya, maka HMI dapat menjadi kekuatan strategis yang tidak hanya hadir dengan networking serta massa politik yang besar, tetapi juga dengan gagasan gagasan pembaharuan yang visioner yang diilhami dari spirit dasar yang terkandung dalam ajaran Nilai Dasar Perjuangan (NDP ).

Seperti halnya HMI, maka GMNI perlu menangkap momentum keterbukaan politik saat ini dengan melakukan penataan organisasi. Sistem politik yang begitu liberal saat ini menghadapkan GMNI pada suatu pilihan untuk melakukan konsolidasi organisasi dan ideologis.

Sebagai kekuatan intelektual, GMNI tentunya harus mampu menterjemahkan gagasan-gagasan besar dalam marhaenisme menjadi lebih operasional dan dapat menjadi gagasan alternatif di tengah menguatnya liberalisme kapitalisme.

Gerakannya mengakar, menjalar. Baik di birokrasi, politik, pendidikan (akademisi), penyelenggara pemilu, pengusaha, konsultan, dan ruang-ruang pengabdian lainnya. Sama seperti PMII. Organisasi yang dikenal mengusung motto dzikir, fikir, amal shalih ini basis ormasnya ialah NU atau Nahdlatul Ulama.

Kalau HMI kental dan cukup kuat akar sejarahnya bertalian dengan Masyumi, sebagai ormas. GMNI identik dengan kaum Marhaen, perjuangan hak-hak rakyat jelata wong cilik. PMII lebih pada segmen Islam tradisional, para ulama dan kiai menjadi role model, rumah mereka untuk menghidupkan akal.

HMI dan GMNI merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dipelihara. Independensi organisasi ini merupakan modal intelektual dan sosial untuk hidup dalam rezim apapun. Rugi bila dua organisasi kemahasiswaan ini terlibat dalam aksi dukung mendukung capres.

Munculnya dua kandidat kuat presiden Indonesia, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, adalah bagian dari keberhasilan kaderisasi organisasi mahasiswa ekstra kampus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Semasa mahasiswa, Anies adalah Ketua Komisariat HMI Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada. Dia juga anggota Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) 2012-2017.

Sementara Ganjar adalah pegiat GMNI di Fakultas Hukum UGM. Dia gigih membela Megawati Sukarnoputri saat bersengketa melawan Soerjadi dalam konflik Partai Demokrasi Indonesia pada 1996.

Menolak anggapan bahwa Anies dan Ganjar adalah representasi pertarungan capres HMI melawan capres GMNI. HMI dan GMNI tak bisa dipersonifikasi dengan sosok Anies dan Ganjar. Tak otomatis HMI dan alumni HMI kompak mendukung Anies. Begitu juga tak kemudian GMNI dan alumni GMNI menyokong Ganjar.

Anies dan Ganjar juga tak sepakat jika dua organisasi kemahasiswaan itu diseret dalam pertarungan politik. HMI dan GMNI bersifat independen, tak berafiliasi pada kekuatan politik manapun, dan juga bukan underbrow dari ormas atau parpol manapun. Mahasiswa sejatinya merupakan moral force bangsa, bukan task force dari dari pemenangan capres tertentu.

Anies dan Ganjar, keduanya merupakan kader dari organisasi kampus yang secara, historis, ideologis dan empiris ikut menentukan dinamika politik kebangsaan.

HMI dan GMNI merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dipelihara. Independensi organisasi ini merupakan modal intelektual dan sosial untuk hidup dalam rezim apapun. Rugi bila dua organisasi kemahasiswaan ini terlibat dalam aksi dukung mendukung capres.

Selain PMII, GMKI, PMKRI dan lain-lain dalam wadah Kelompok Cipayung, alumni HMI menjadi penyumbang terbesar dalam peran politik dan kepemimpinan nasional yang disusul alumni GMNI.

HMI sejauh ini dianggap berhasil dan sukses melakukan distribusi peran kader di semua level strategis pemerintahan. Sebaran alumni HMI menjadi yang terbesar dan terbanyak menduduki jabatan penting dan berpengaruh pada institusi pemerintahan mulai dari legislatif, eksekutif, dan yudikatif hingga pada badan-badan dan komisi-komisi pelayanan publik.

Meskipun bicara pemimpin nasional level presiden tidak bisa lepas dari variabel kekuatan militer, poros katolik dan ormas-ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah dan lain sebagainya.

Setidaknya eksistensi alumni Kelompok Cipayung terlebih pada HMI, sangat signifikan piawai mendesain dan ikut menentukan transisi pemerintahan dan presiden terpilih di Indonesia selama ini. Jejaring alumni HMI yang tersebar luas dalam dunia usaha, partai politik dan ormas, melebihi kiprah alumni GMNI secara kuantitatif dan kualitatif, memberi ruang gerak yang lebih leluasa, terarah dan terukur bagi alumni HMI memenangkan capresnya.

Tak hanya Ganjar dan Anies, kita lihat juga tokoh-tokoh GMNI yang di pusaran politik termasuk Mahfud MD, Menkopolhukam yang HMI; Sukarwo, mantan Gubernur Jatim yang GMNI; Akbar Tandjung, mantan Ketua DPR RI yang HMI; Puan Maharani, Ketua DPR RI yang GMNI; Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI yang HMI; dan mantan Ketua MPR RI Taufik Keimas yang GMNI serta masih banyak lagi tokoh HMI maupun GMNI yang berkonstribusi terhadap bangsa ini.

*Penulis adalah Ketua HMI Cabang Jakarta Barat 2009

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya