Berita

Dalai Lama dalam acara Global Buddhist Summit 2023 di New Delhi India pada Jumat, 21 April 2023/Net

Dunia

Dalai Lama Serukan Perspektif yang Luas dan Bijaksana dalam Menyoroti Isu Tibet

RABU, 26 APRIL 2023 | 10:22 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Melihat situasi Tibet saat ini, dibutuhkan pandangan yang lebih luas dan bijaksana serta welas asih dalam menanggapinya.

Begitu yang disampaikan Pemimpin Tibet, Dalai Lama saat menyampaikan pidatonya di Global Buddhist Summit 2023 di New Delhi India, seperti dikutip dari The Statesman pada Rabu (26/4).

Menurutnya perspektif bijaksana dan kasih sayang tersebut dapat  meningkatkan keberanian dalam perjuangan untuk kemerdekaan Tibet.


"Jika Anda memiliki keberanian, Anda akan berada dalam posisi yang jauh lebih kuat untuk mengubah kesulitan menjadi peluang,” ujar Lama.

Lama juga berbicara tentang salah satu ajaran Buddha, yakni pola ketergantungan, di mana segala sesuatu saling bergantung satu sama lain.

"Tidak ada yang independen dan melalui ketergantungan ini, yang merupakan realitas fundamental aktual dari segala sesuatu," ujarnya.

Ia juga menyerukan agar umat Tibet memberikan lebih banyak perhatian pada pengembangan dan kultivasi batin.

"Jika Anda terlalu fokus pada ritual, yang Anda dapatkan hanyalah 'kebisingan'. Kita harus lebih memperhatikan pengembangan batin dan kultivasi batin,” kata Lama.

Buddhist Summit diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan dan Konfederasi Buddhis Internasional pada Jumat (21/4).

KTT ini bertujuan untuk mempertemukan para tokoh dan pakar Buddhis terkemuka dari seluruh dunia untuk membahas isu-isu Buddhis dan universal serta menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk mengatasinya bersama.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya