Berita

Presiden Ceko Petr Pavel/Net

Dunia

Suhu Thailand Mencapai 50 Derajat Celcius, Diperkirakan Berlangsung hingga Akhir Musim Panas

RABU, 26 APRIL 2023 | 07:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah negara mengalami panas yang melonjak dalam beberapa hari terakhir. Di Thailand, situasi tersebut diperkirakan akan berlanjut hingga akhir musim panas mendatang.

Thailand dalam beberapa minggu belakangan mengalami suhu panas yang mencapai lebih dari 50 derajat Celcius, memaksa pemerintah untuk memperingatkan orang-orang agar tidak keluar rumah selama akhir pekan.

Departemen Meteorologi Thailand juga telah memperingatkan tentang kenaikan suhu di seluruh negeri. Indeks panas tertinggi yang diukur pada Sabtu lalu bahkan memperkirakan hampir 54 derajat Celcius di provinsi timur Chonburi dan di pulau resor Phuket di Thailand selatan.


Sementara itu Bangkok secara teratur mengalami suhu sekitar 37 derajat Celcius dalam beberapa hari terakhir.

VOA melaporkan, untuk menghindari panas, banyak penduduk menggunakan payung. Beberapa turis lokal dan asing yang berani menantang panas menggunakan kipas buatan tangan untuk mendinginkan diri saat mengunjungi Kuil Erawan Bangkok, sebuah kuil Hindu yang populer untuk sembahyang dan pertunjukan tari tradisional.

Cuaca panas di Thailand berlanjut dari minggu lalu ketika negara itu mencapai suhu 45 derajat Celcius untuk pertama kalinya.

Juru bicara pemerintah Anucha Burapachaisri mengatakan panas baru-baru ini juga memecahkan rekor konsumsi listrik, dengan konsumsi negara lebih dari 39.000 megawatt pada 6 April, dibandingkan dengan 32.000 megawatt pada April 2022.

Direktur Divisi Inspeksi dan Pengawasan Cuaca di Departemen Meteorologi Thailand, Somkuan Tonjan, suhu tinggi Thailand saat ini bukan merupakan gelombang panas seperti yang terjadi di negara lain.

“Ini tidak seperti gelombang panas yang terjadi di India dan Bangladesh di mana suhu mencapai 40 derajat Celcius selama beberapa hari. Akumulasi panas serta suhu rata-rata telah meningkat setinggi 5 derajat Celcius per hari," katanya.

Di India, laporan mengatakan lebih dari selusin orang telah meninggal karena panas yang melonjak, sementara lebih banyak lagi yang dirawat di rumah sakit.  

Thailand sendiri telah mengalami dua kematian, termasuk seorang petugas polisi yang mengarahkan lalu lintas tepat di selatan Bangkok.  

China, Laos, Pakistan, dan Vietnam, juga mengalami peningkatan suhu dalam beberapa minggu belakangan.

April dan Mei, sebelum musim hujan dimulai, biasanya merupakan bulan terpanas dalam setahun di Asia Tenggara.  

Dalam beberapa hari terakhir, Departemen Meteorologi Thailand mengatakan negara itu sekarang mendekati akhir musim panas dan musim panas akan berakhir pada pertengahan Mei, lapor Bangkok Post.

Namun Choawat Siwapornshai, seorang ahli meteorologi di Bangkok, mengatakan kepada VOA bahwa suhu panas masih dapat terjadi tanpa batas waktu.

“Di Thailand, April adalah bulan terpanas dalam setahun. Selama beberapa minggu terakhir, Thailand mengalami periode panas yang merupakan peristiwa suhu di atas rata-rata tetapi tidak ekstrim seperti gelombang panas, terutama di bagian utara dan timur laut," kata Siwapornshai.

"Memudarnya La Nina dan kemungkinan besar El Nino berkembang akhir tahun ini, saya perkirakan suhu normal hingga di atas normal selama sisa musim panas,” ujarnya.

Fenomena La Nina adalah pendinginan alami air di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur yang terjadi setiap beberapa tahun namun berdampak pada perubahan cuaca di seluruh dunia.  

Pola El Nino sebaliknya, air permukaan yang hangat, membawa cuaca yang lebih kering dan curah hujan yang berkurang, berkontribusi terhadap panas ekstrem di Asia Tenggara.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya