Berita

Presiden Kenya William Ruto/Net

Dunia

Korban Tewas Mencapai 73, Presiden Kenya Nyatakan Ajaran Sesat Pendeta Mackenzie Nthenge sebagai Teror

SELASA, 25 APRIL 2023 | 06:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Terbongkarnya praktik aliran sesat yang menelan puluhan korban jiwa di Kenya menimbulkan keprihatinan sekaligus kemarahan Presiden William Ruto.

Berbicara di Kabupaten Kiambu tetangga Nairobi pada Senin (24/4), Ruto berjanji untuk menumpas aliran sesat pimpinan Paul Mackenzie Nthenge yang saat ini sudah berhasil ditangkap polisi.

"Tidak ada perbedaan antara pendeta nakal seperti Nthenge dengan teroris," kata Ruto, seperti dikutip dari AFP.


“Teroris menggunakan agama untuk memajukan tindakan keji mereka. Orang-orang seperti Tuan Mackenzie menggunakan agama untuk melakukan hal yang persis sama," katanya.

Ia telah menginstruksikan badan-badan yang bertanggung jawab untuk menangani kasus tersebut sampai ke akar penyebabnya, serta apa saja aktivitas dari orang-orang yang ingin menggunakan agama untuk memajukan ideologi yang aneh dan tidak dapat diterima tersebut.

Sebanyak 73 orang pengikut sekte dilaporkan tewas dalam insiden kultus kelaparan Kenya. Mereka sengaja tidak makan dan minum hingga mati kelaparan agar masuk surga.

Polisi pada Senin menemukan lebih banyak mayat yang diduga anggota sekte, sehingga jumlah korban bertambah menjadi 73 dari 57 yang dilaporkan sebelumnya, seperti dikutip dari Wio News.

Pencarian besar dilakukan di hutan dekat kota pesisir Malindi selama berhari-hari. Puluhan mayat berhasil digali selama akhir pekan. Pihak berwenang cemas bahwa masih ada penemuan yang lebih mengerikan lagi.

Aparat telah meluncurkan investigasi skala penuh ke Gereja Good News International pimpinan Nthenge.

Kemungkinan,  beberapa pengikut Ntenghe masih bersembunyi di semak-semak di sekitar Shakahola, yang digerebek oleh polisi awal bulan ini setelah mendapat informasi dari organisasi nirlaba lokal.
Sejumlah orang berhasil diselamatkan dan puluhan jenazah diangkut dari kuburan massal.

Area hutan seluas 325 hektar (800 acre) tempat banyak jenazah ditemukan, telah dinyatakan sebagai TKP. Tim terus mencari kemungkinan ada lokasi lain yang digunakan para penyintas sekte.

Direktur Kejaksaan Noordin Haji dan Inspektur Polisi Japhet Koome mengunjungi Shakahola untuk menyaksikan penggalian jenazah.

“Kami akan mendakwa Makenzi dengan radikalisasi dan terorisme sehingga dia dapat tetap ditahan saat kami terus menggali lebih banyak jenazah,” kata Haji.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya